hpn2020
×

Peringatan

JUser: :_load: Tidak dapat memuat pengguna denga ID: 675
Regional
Regional

Regional (162)

Foto: Fadli Syarif

ANcom--Selayar | Kapolres Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan,  AKBP TAOVIK IBNU SUBARKAH, S.IK, menegaskan, permasalahan lalu lintas di Indonesia, telah mengalami perkembangan yang relatif cepat, dan sangat dinamis, hingga terkadang, dibutuhkan, langkah terobosan yang arif, dan bijaksana.

Operasi zebra 2019, merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan secara continue setiap tahunnya, dalam rangka untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan berlalu lintas di masyarakat.

Hal itu kata Kapolres tertuang pada thema pelaksanaan gelar operasi zebra tahun iini yang mengetengahkan, peningkatan kesadaran dan kepatuhan berlalu lintas di masyarakat, dalam rangka untuk mewujudkan kamseltibcar lancar, urai taovik, mengutip amanat seragam, Kapolda Sulsel, Irjen Pol. Drs. Mas Guntur Laupe, S.H., M.H.

Sasaran dan target operasi zebra 2019, difokuskan pada dua belas item pelanggaran prioritas, mulai dari pengendara motor yang tidak menggunakan helm standar nasional Indonesia (SNI), pengemudi dan atau pengendara yang tidak mengenakan sabuk pengaman (safety belt).

Operasi zebra 2019 juga ikut menyasar, pengemudi, dan atau pengendara yang melebihi batas kecepatan, pengemudi dan atau pengendara yang berada di bawah pengaruh minuman keras beralkohol, dan obat-obat terlarang, kemudian, pengemudi, dan atau pengendara di bawah umur, pengemudi, dan atau pengendara yang melawan arus, serta kerap menerobos rambu-rambu lalu lintas, dan lampu merah, terakhir, pengemudi, atau pengendara yang berkendara, sambil menggunakan handphone.

Dalam kesempatan yang sama, kapolres menitipkan harapan, semoga pelaksanaan operasi zebra 2019 akan dapat mendorong dan meningkatkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dan sekaligus menekan, tingginya angka kecelakaan lalu lintas dengan kategori korban berat.

“kita berharap, “operasi zebra 2019 dapat meminimalisir kemacetan arus lalu lintas dalam rangka mewujudkan kamselticar lancar yang mantap”, tandasnya, di hadapan. peserta apel gelar pasukan operasi zebra gabungan 2019, yang dilaksanakan secara terpusat, di lapangan Mapolres Kepulauan Selayar, hari Rabu, (23/10).

Bertindak selaku perwira upacara, apel gelar pasukan operasi zebra 2019, Kasat Lantas Polres Kepulauan Selayar, AKP. Nurhaeni, S.Sos. Sementara komandan apel diamanahkan kepada, IPDA Malkadri Ibrahim, SH.
Pelaksanaan apel gelar pasukan operasi zebra 2019 ditandai oleh penyematan pita secara simbolis oleh kapolres, kepada perwakilan tim operasi zebra yang sekaligus menjadi pertanda dimulainya pelaksanaan operasi zebra 2019. (fadly syarif)

ANcom-NTB | Sumbawa saat ini mengalami kemarau panjang, akibatnya puluhan daerah mengalami krisis air terutama air bersih. kendati demikian, Pemerintah dalam penangan persoalan ini sangatlah lamban seakan terkesan menutup mata dan telinga.

Ketua BMPAN Kabupaten Sumbawa, Muhammad Isnaini, Jumat (18/10), kepada media ini menyebutkan, hampir di 24 kecamatan di Sumbawa terdapat daerah atau wilayah yang mengalami krisis air akibat kemarau panjang.

Bupati Sumbawa sepatutnya hadir dalam persoalan ini, dengan kapasitasnya sebagai kepala daerah guna mengatasi persoalan yang mendera daerah.

"Pak bupati cepat urus krisis air ini, keluarkan anggaran taktis, angaran sakti atau anggaran apalah namanya, perintahkan semua dinas terutama dinas tehnis untuk berpartisipasi dan membangun sinergisitas mengatasi persoalan ini," ujar Muhammad Isnaini.

Tanpa menggurui Bupati, Ismu memberikan solusi seandainya BPBD berkutat pada persoalan anggaran, maka perintah dinas atau lembaga untuk beramal sedikit dalam mendistribusikan air ke daerah kekeringan ini. iya paling tidak sampai musim penghujan.

Selain itu, Ismu juga meminta agar Bupati memanggil semua perusahaan di Sumbawa untuk bersatu padu mendistribusikan CSR nya ke pendistribusian air saat ini.

"Kalau sudah terbangun sinergisitas ya amanlah krisis air saat ini, bagi zona dan wilayah buat mereka, gak susah kok, yang susah itu ya ogah memikirkannya," kata Ismu.

Ia meminta agar sejenak sambil kerja politik atau berhenti sejenak memikirkan politik untuk mengurus persoalan krisis air ini. " nantilah pikir siapa yang maju apa tidak, pikir siapa berpasangan dengan siapa, pikir siapa ketua komisi dan lainnya, sekarang kita fokus pikir krisis air ini," minta Muhammad Isnaini.

secara organisasi dan pribadi Ismu menyampaikan ucapan terimakasih kepada PMI Cabang Sumbawa, yang terus melaksanakan tugas kemanusiaannya, mendistribusikan air ke daerah- daerah sesuai dengan kemampuannya. " terimakasih buat PMI yang begitu reaktif dengan kondisi, bekerja tanpa pamrih dan mengerti kebutuhan hari ini," tutup ketua BMPAN.

Anggota Satpom Lanud Adi Soemarmo saat melaksanakan pemeriksaan HIV/AIDS oleh petugas RSAU dr. Siswanto di kantor Satpom.
 
Alasannews.com, Surakarta -Jateng | Pamgkalan Angkatan Udara Adi Sumarmo, lakukan pemeriksaan darah terhadap seluruh anggota Satpom AU, Jumat (18/10)
 
Pemeriksaan darah itu dalam rangka pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di lingkungan Lanud Adi Sumarno.
 
Seluruh personel Satpom AU, diambil sampel darahnya. Selanjutnya dilakukan tes untuk mendeteksi virus HIV/AIDS.
 
Langkah yang ditempuh tersebut merupakan upaya mencegah meluasnya penyakit yang sangat mematikan tersebut.
 
Adapun kegiatan pemeriksaan HIV ini dilaksanakan oleh RSAU dr. Siswanto yang dipimpin oleh Mayor Kes Eko Prasetyo, A.Md. Fis.
 
Dalam rilis yang diterima Redaksi Alasannews.com Jum'at Sore, dengan adanya pemeriksaan ini diharapkan tidak ada anggota Satpom maupun anggota Lanud Adi Soemarmo yang terjangkit HIV. 
 
Olehnya setiap personel Lanud Adi Soemarmo mempunyai perilaku hidup yang sehat sehingga terhindar dari HIV/AIDS.
 
Selain di Satpomau pemeriksaan darah juga dilaksanakan disetiap satker dan Skadik yang ada di Lanud Adi Soemarmo.........(Ma'ruf Asli).
Alasannews.com, Kendari - Sultra | Sempat menjadi misteri, gerangan siapa yang melaporkan postingan Irma Purnama Dewi Nasution (IPDN) ke ranah hukum. Bahkan Pengacaranya dalam sebuah wawancara salah satu stasiun TV swasta mempertanyakan hal itu.
 
Terkait hal itu, pada Senin (14/10/2019). Nama pelapornya diungkap pihak Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara. Melalui Kabid Humas Polda Sultr, diketahui pelapor bernama M Harlan Paryatman.
 
Sosok M. Harlan Paryatman adalah seorang prajurit TNI aktif yang bertugas di Detasemen Polisi Militer (Denpom) Kendari.

"Kami sudah terima pengaduannya. Pelapornya atas nama M Harlan Paryatman seorang yang bertugas di Denpom Kendari sebagai TNI," ungkap Kabid Humas Polda Sultra AKBP Harry Goldenhardt, di Polda Sultra
 
Menurut Kabid Humas, menyangkut laporanya, M. Harlan Paryatman atas nama pribadi. Tidak sebagai anggota TNI.

Hanya saja, dari lansiran media Online Bangkapos.com, hingga beritanya tayaang, polisi belum memeriksa satu pun pihak yang terkait dengan laporan itu. 

Sebelumnya diberitakan, Komandan Kodim 1417/ Kendari Kolonel Kav Hendi Suhendi resmi dicopot dari jabatannya.
 
Baru menjabat sebagai Dandim Kendari selama 55 hari, Kolonel Hendi Suhendi  resmi dicopot sebagai Dandim Kendari pada Sabtu (12/10) gegara postingan nyinyir istrinya.

Akibat postingan yang dinilai nyinyir atas penusukan Menkopolhukkam Wiranto di Pandeglang hingga harus menjalani operasi usus di RSPAD menyebabkan Irma Purnama Dewi Nasution, istri Sang Kolonel, dilaporkan ke Polda Sulawesi Tenggara........ (Red AN).
Kamis, 17 Oktober 2019 07:16

BPPKB Banten Jakarta Pusat Peduli

Ditulis oleh

 

Alasannews.com, Jakarta | H. Cipta Wahyudi Okis Ketua Dewan Pimpinan Cabang Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar Banten (DPC BPPKB) Jakarta Pusat memberikan sumbangan untuk pembangunan masjid Al Istiqomah di Jalan Petamburan V Tanah Abang Jakarta Pusat.

Penyerahan bantuan diterima oleh H. Thabrani Muin Sesepuh yang juga penasehat Masjid Istiqomah.

Pria yang disapa H. Okis ini datang beserta rombongan, langsung menuju tempat wudhu dan melaksanakan sholat magrib berjamaah.

Usai melaksanakan sholat H.Okis langsung menjumpai ketua pembangunan masjid untuk menyerahkan bantuan berupa sejumlah uang dan 2 buah kipas angin.

"Ini adalah bentuk kepedulian serta salah satu program keagamaan yang ada di BPPKB Banten Jakarta Pusat. Dan alhamdullilah ada sedikit rezeki untuk kami sisihkan dan kami sumbangkan untuk pembangunan masjid Istiqomah ini," katanya, Selasa (15/10/2019) petang.

Sejalan dengan itu dihadapan para pengurus dan jamaah, Okis berjanji untuk kembali.

"Insya Allah, kami akan kembali untuk memberikan AC. Agar yang beribadah di masjid ini sejuk," tuturnya.

Sementara itu H. Thabrani mengatakan bahwa bantuan atau sumbangan yang diberikan oleh BPPKB Banten Jakarta Pusat dapat bermanfaat.

"Terimakasih atas bantuan yang diberikan oleh Ketua BPPKB Banten Jakarta Pusat semoga Allah Subhanahuwattallah melimpahkan rahmat dan hidayahNya,"ujarnya. (yn).

Alasannews,com, Banggai-Sulteng | Usia Harapan Hidup (UHH) Sulawesi Tengah masih terhitung rendah. Berada dibawah standar UHH nasional. Fakta itu dibahas dalam Rakor Pembinaan Kesejahteraan Sosial dan Kemasyarakatan tingkat Provinsi Sulteng Tahun 2019 di Luwuk, Kabupaten Banggai, Rabu (16/10/2019).
 
Usia Harapan Hidup (UHH) dijadikan salah satu indikator yang memuat informasi kualitas kesehatan dan lama hidup seseorang. Berdasarkan rilis Humas dan Protokol Setdaprov Sulteng, UHH Sulteng baru mencapai 67,78 Tahun. Sedangkan data BPS, UHH nasional per tahun 2018 adalah 71,2 tahun.
 
Dalam kegiatan yang digelar Biro Administrasi Kesejahteraan Sosial dan Kemasyarakatan (Kesramas) Sekretariat Daerah Provinsi Sulteng, Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra Ir. Moh. Faisal Mang, MM yang berharap hasil-hasilnya dapat mengakselerasi pembangunan sosial yang efektif untuk mengurangi kerawanan sosial termasuk bagaimana terobosan-terobosan meningkatkan UHH Sulteng.
 
"Tidak saja demi tujuan peningkatan kualitas kehidupan masyarakat, akan tetapi juga untuk memastikan bahwa akses layanan dan kondisi sosial masyarakat sudah semakin baik berjalan di kabupaten/kota," tegasnya saat membuka acara rakor tersebut. 
 
Nampa hadir, para kabag kesra kabupaten/kota, mitra teknis, seperti BPJS Kesehatan dan BPS, dan Karo Kesramas Dra. Sitti Hasbiah N. Zaenong, M.Si selaku narasumber........(Ma'ruf Asli)

*Terkait Aset Wanprestasi 1,6 T, Ampeka Datangi Kejagung RI*

alasannews.com, Jakarta |  Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Peduli Keadilan Melaporkan dan Mendatangi Kejaksaan Agung RI Terkait Kasus Persoalan aset wanprestasi senilai 1,6 T, saat ini ramai diperbincangkan hal layak publik. Kini masuk dalam babak baru bagi Aparat Penegak Hukum (APH), agar bisa mengungkap siapa dalang mafia aset senilai 1,6 T tersebut.

Terkait hal tersebut, daerah telah dirugikan akibat sistem pengelolaannya tidak sesuai prosedur dan mekanisme yang jelas. Sehingga keberadaan dari aset tersebut bukan malah diuntungkan melainkan dirugikan, Padahal pemprov NTB memiliki hak dalam menertibkan aset-asetnya baik yang berada di Gili Trawangan maupun di kawasan ITDC, secara baik dan benar untuk kepentingan peningkatan PAD, malah dilakukan pembiaran dan menguntungkan pihak-pihak tertentu. ujar ketua Ampeka Yasmin, senin (14/10).

Lanjut ia mengatakan bahwa keberadaan Aset yang disebut keberadaan dikawasan strategis sebagai pusat wisata dunia atau kawasan ekonomi khusus di pulau Lombok tersebut.

"kami dari bagian orang yang peduli tentang daerah, Ampeka akan selalu mengawal kebijakan tersebut. Kami mengindikasi bahwa diduga ada operator mafia di Pemprov NTB Yang menyalahgunakan kekuasaan, pangkat, jabatan dan wewenangnya untuk memperkaya diri, orang lain atau suatu koorporasi sehingga daerah dirugikan," ungkapnya.

Mengenai hal tersebut, kami menduga bahwa pemangku jabatan strategis di Pemprov NTB. Selama ini telah menjadikan aset tersebut sebagai sumber kejahatan yakni meraup keuntungan pribadi dan kelompoknya.

"Terkait orang yang diduga terlibat dalam persoalan tersebut, kami yakin dalam waktu dekat Kejagung RI dan Kajati NTB akan memanggil serta mengadili secara pidana," tegas yasmin.

Oleh karena itu, terkait persoalan tersebut merupakan kejahatan terhadap aset daerah pemprov NTB. Dan Tidak bisa dibiarkan begitu saja dan perlu dikawal hingga tuntas persoalan tersebut, karena ini menyangkut aset sebagai kekayaan daerah yang perlu dijaga keberlangsungannya dari tangan-tangan oknum pejabat yang tidak bertanggung jawab di Pemprov NTB. ucapnya.

Diketahui bahwa tidak hanya aset dari sejumlah tanah 64 hektar yang diungkapkan oleh Kajati NTB bahkan didalam temuan tersebut, kami ada sejumlah tanah-tanah lain ratusan hektar milik pemprov NTB yang ada di seluruh Kabupaten / Kota Se NTB. Keberadaan tersebut diduga di bluur pengelolaannya oleh pihak pemangku jabatan strategis di pemprov NTB, yang diduga untuk kepentingan pribadi yaitu memperkaya diri dan kelompok .

Untuk itu dalam waktu dekat, kami akan sampaikan laporan tambahan terhadap Aparat Penegak Hukum (APH) untuk menindak dengan tegas dan sekaligus mengungkap siapa saja oknum pemilik jabatan strategis tersebut. imbuhnya.

Ampeka menegaskan kembali bahwa siapapun oknum yg pernah menjabat sebagai gubernur NTB, Sekda NTB bahkan seterusnya adalah orang yang diduga ikut terlibat dalam mafia aset Yang kami maksudkan. "kami dari Ampeka akan kawal serta lawan sampai titik terang persoalan tersebut, dan kami tidak kenal dari mana anda dilahirkan atau kelompok mana karena persoalan kejahatan negara telah mengamanahkan kepada siapapun untuk brantas habis siapapun yg mencoba berbuat curang terhadap kekayaan daerah," pangkas yas sapa akrabnya.

Kami dari Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Peduli Keadilan (Ampeka) mendukung serta mendorong Aparat Penegak Hukum (APH) dalam hal ini Kejati NTB, Kejagung RI hingga komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menuntaskan persoalan tersebut hingga ke tuntas serta akarnya.

Adapun tuntutan kami kepada APH tersebut yakni 1. Meminta Kejagung RI untuk mendorong penyelesaian persoalan Wanprestasi senilai Rp.1,6 Triliun, 2. Segera panggil dan periksa Sekda NTB yang diduga kuat sebagai otak utama dalam persoalan tersebut., 3. Segera tetapkan status hukum sebagai tersangka terhadap oknum pemangku Jabatan di NTB atas indikasi keterlibatannya dalam persoalan tersebut. tutupnya. ( Tim JN)

Minggu, 13 Oktober 2019 07:37

Batas Sulteng-Gotontalo, Diprotes Warga Tolinggula

Ditulis oleh

Alasannews.com,  CNN Indonesia  | Penentuan batas wilayah antara Buol (Sulteng) dengan Tolinggula (Gorontalo) menuai protes warga setempat. 

Puluhan warga Kecamatan Tolinggula, Gorontalo Utara, menutup akses jalan lintas Sulawesi di Kecamatan Tolinggula, yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Buol, Provinsi Sulawesi Tengah, Minggu (13/10).

Warga memblokir jalan dengan bambu tepat di Jembatan Otabiu, Desa Tolinggula Ulu dan Tolite Jaya.
Lihat juga: Menengok Rumah Masa Kecil Habibie di Parepare

Mereka menghalau kendaraan baik motor dan mobil, serta pejalan kaki dari Buol ke Gorontalo Utara dan sebaliknya.

Seorang warga setempat, Jakaria Hulimo, mengatakan mereka memblokir jalan sebagai protes soal tapal batas yang tak kunjung selesai.


"Warga tidak ingin persoalan tapal batas berlarut-larut, karena dapat mengancam stabilitas kehidupan di wilayah perbatasan ini," ujar Jakaria, seperti yang dikutip dari Antara.

Pemblokiran tersebut merupakan sikap warga Gorontalo Utara di Kecamatan Tolinggula, yang menolak dimasukkan ke wilayah Buol, Sulawesi Tengah.

"Kami sebagai warga Gorontalo Utara, sudah menjalani kehidupan berpuluh-puluh tahun dengan sangat kondusif, kami adalah warga Gorontalo Utara asli tidak ingin dipaksakan menjadi warga Buol," ujar Jakaria.
Lihat juga: PUPR Siapkan Antisipasi Kekeringan di 12 Provinsi

Dalam pemblokiran jalan tersebut warga menyampaikan sejumlah tuntutan, seperti menolak keras tapal batas wilayah bergeser karena akan mengancam keberadaan desa-desa yang ada di Kecamatan Tolinggula.

Seorang warga lainnya, Acon Abjul, mengungkapkan jika tapal batas bergeser, mereka khawatir dengan ancaman konflik horisontal.

"Pemerintah diharapkan mendengar tuntutan masyarakat dan tidak membuat keputusan yang memberi dampak merugikan bagi masyarakat Tolinggula," ujarnya.

-puan-

Minggu, 13 Oktober 2019 01:33

Melihat Parade Santri Indonesia di Jl Thamrin Jakarta

Ditulis oleh

Jakarta | Melihat Parade Hari Santri Indonesia yang dilaksanakan hari ini, Minggu (13/10) di tengah kegiatan rutin CFD, Jalan Tahmrin Jakarta. 

"Acara ini dilepas Menteri Agama Lukman Saefuddin di halaman Kemenag, Jakarta diikuti ribuan santri yang membaur dengan busana khas muslimnya," ujar salah seorang pengurus saat di tanyai alasannews.com, di sela-sela kegiatan.

Tampak, ribuan santri yang ikut berjalan kaki dari halaman kantor Kemenag hingga mutar balik dari Bundara HI kembali ke halaman Kemenang. Panggung acarapu ntampak dihibur oleh musim dan lagu milenial hingga lagu bernuansa islami.

Sebetulnya, hari Santri ini jatuh 22 Oktober namun pelaksanaan Paradenya dilaksanakan hari ini. Tidak ada alsan spesifik tentang dimajukannya, ini hanya sebuah parade semacam pawai yang dikuti santri dan sejumlah pengurus pesantrennya.

Susana gembira bercampir haru pun tampak di wajaha para santri yang mengusung thema, Santri Indonesia untuk Perdamaian Dunia. Mereka membaur satu sama lain dari berbagai pondok yang khusus di sekitar Jabodetabek ini.

Selamat Hari Santri, semoga snatri Indonesia menjadi suri tauladan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara yang berlandaskan Pancasila ini.

alasannews.com, Jakarta | Suami isteri yang diduga terpapar ISIS,  mencoba  'bunuh' Menkopolhukam dengan cara menusuk mengaku berharap ditembak oleh Polisi.

SA alias Abu Rara berharap ditembak mati saat melakukan perlawanan dalam aksi penusukan terhadap, Menko Polhukam Wiranto. Abu Rara disebut berharap hal itu agar aksinya sukses, .

"Dia punya harapan, saya ditangkap, saya akan melakukan lakukan perlawanan semaksimal mungkin, saya akan ditembak, ditembak mati. Jihadnya berhasil," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (11/10).

Dalam penyerangan itu, Abu Rara dan istrinya Fitria disebut membagi tugas untuk menyerang target masing-masing. Sang istri yang diperintahkan menyerang polisi juga memberikan perlawanan.

"Begitu juga istrinya. Kamu melakukan perlawanan sebisa mungkin. Makanya sampai istrinya nekat melakukan perlawanan ke Kapolda," ujar Dedi.

Penusukan Wiranto itu terjadi pada Kamis (10/10) di Alun-alun Menes, Pandeglang, Banten. Wiranto saat itu baru selesai dari acara di Universitas Matla'ul Anwar (Unma) dan hendak kembali ke Jakarta dengan helikopter.

Akibat peristiwa itu, Wiranto mengalami luka di bagian perut dan Kompol Dariyanto di bagian punggung. Selain Wiranto dan Dariyanto, ada dua orang lain yang terluka.

Abu Rara sendiri disebut tak tahu kalau pejabat yang akan diserangnya itu adalah Wiranto. Dia disebut merencanakan penyerangan itu secara spontan saat tahu ada helikopter datang ke lokasi itu.

Halaman 6 dari 12
Umroh

Kontak Polisi