hpn2020
Regional
Regional

Regional (162)

BULUKUMBA -- alasannews.com | Untuk kali kesekian, hujan ringan kembali mengguyur sejumlah wilayah kelurahan, dan kecamatan di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi-Selatan. Hujan yang terjadi pada hari, Minggu, (29/12) siang, terpantau mengguyur wilayah Kecamatan Kajang, dan Kelurahan Palampang, Kecamatan Rilau Ale. Potensi hujan ringan juga sempat mengguyur dan membasuh sejumlah sudut jalan di ibukota Kabupaten Bulukumba. Kondisi yang tidak jauh berbeda, terjadi di Kabupaten Kepulauan Selayar, ujar, Kepala seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Kepulauan Selayar, Andi Bahar, via saluran telefon selular, hari Minggu, (29/12) siang. Dikatakannya, meski sempat dua kali diguyur hujan ringan, situasi dan kondisi di Kabupaten Kepulauan Selayar, masih relatif stabil, aman, dan terkendali. Belum ada laporan kejadian apapun yang diterima pihak Badan Penanggulangang BPBD dari masyarakat, termasuk pohon tumbang. Laporan bencana terakhir yang kita terima, baru peristiwa kebakaran di Pulau Jampea. Kendati demikian, personil posko BPBBD, tetap kita stand bykan untuk menerima dan menindak lanjuti laporan kejadian. Mereka stand by, di ruang bidang dua kantor BPBD di Jln. Muh. Krg. Bonto, pungkasnya mengakhiri perbincangan dengan wartawan di ujung saluran telefon. (fadly syarif)

Senin, 30 Desember 2019 03:59

Begal di Bulukumba, Rampas Vino di Tengah Jalan

Ditulis oleh

BULUKUMBA -- alasannews.com | Pelaku begal kembali berulah dan membuat resah warga kota Bulukumba, Sulawesi-Selatan. Kali ini, korbannya adalah seorang pelajar yang duduk dibangku kelas VII, SMPN 2 Bulukumba, bernama Nabil (12 tahun). Sebelum dibegal, bocah berusia dua belas tahun ini, rencananya akan membeli makanan, dan cemilan berupa gorengan untuk dibawah menuju ke rumah nenek korban. Namun naas, saat melintas di depan Labissa Cafe & card wash, tepatnya, di Jln. Melati, korban mendadak disalip oleh tiga orang remaja yang teridentifikasi mengendarai motor jenis Mio M3 berwarna biru. Korban sempat dipepet dan diminta berhenti oleh ketiga pelaku yang langsung mengeluarkan badik, serta mengancam korban bersama rekannya. Melihat kehadiran pelaku, korban sempat kabur, dan membuat pelaku kehilangan arah. Tapi musibah tak bisa dihindari, karena korban kembali bertemu dengan pelaku, saat melintas di bundaran phinisi, di Jln. Jend. Sudirman. Setelah sempat dibuntuti, korban diminta berhenti, dan turun dari motor, tidak jauh dari bangunan Gereja Toraja, atau lebih tepatnya, di depan SMA Negeri 8 Bulukumba. Korban yang merasa ketakutan, langsung lari, dan meninggalkan motor miliknya. Sementara rekannya atas nama Wiwin, mencoba untuk tidak meninggalkan TKP, dan mempertahankan motor korban yang tengah berusaha dirampas oleh pelaku. Ibu korban, Trisnawati Rusida yang dikonfirmasi wartawan via telefon selular pada hari, Minggu, (29/12) malam, menuturkan, “sebelum kejadian, korban berpamitan untuk menginap di rumah neneknya dan tidak pulang ke rumah”. Akan tetapi, di tengah jalan, korban tiba-tiba berubah pikiran. dan malah menginap di rumah salah seorang rekannya, di Jln. Jati. di luar dugaan, warga Jln. Bakti Adiguna, Kelurahan Caile, Kecamatan Ujung Bulu ini, mendadak harus menjadi korban kejahatan dan berhadapan dengan pelaku begal yang menghadang korban pada sekitar pukul 01.00, hari, Minggu, (29/12) dini hari. Meski berhasil menyelamatkan diri dan pulang ke rumah. Akan tetapi, korban harus merelakan motor yang dikendarainya, berpindah tangan dan dirampas pelaku yang beraksi dengan menggunakan sebilah pisau tajam (badik, red). Sementara, pelaku langsung kabur dan tancap gas ke arah kompleks pemakaman di belakang SMAN 8 Bulukumba. Dari penuturan korban, salah satu pelaku teridentifikasi berambut panjang alias gondrong. Kasus perampasan sepeda motor Yamaha Vino, warna ungu, DD.5803 HE, atas nama Umar, S.Pd tersebut, saat ini tengah dalam proses lidik, aparat kepolisian, Polres Bulukumba, berdasarkan Laporan polisi nomor : LPB / 647 / XII /2019 / SPKT tanggal, 29 Desember 2019. Bilapun kemudian tertangkap, maka ancaman pidana penjara sembilan tahun telah menanti para pelaku yang terancam dijerat dengan pasal 368 KUHP. (fadly syarif)

SUMBAWA -- alasannews.com | Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Nusa Tenggara Barat (NTB), Inspektur Jenderal Polisi Drs Nana Sudjana AS. MM pindah tugas ke menjadi Kapolda Metro Jaya menggantikan Irjen Pol Drs Gatot Eddy yang kini naik sebagai Wakapolri sesuai dengan surat telegram nomor ST 3331/XII/KEP/2019 tanggal 20-12-2019. Terkait hal ini, Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah melihat hal ini sebagai keputusan yang tepat. Gubernur yang karib disapa Bang Zul ini mengapresiasi kebijakan Kapolri Jendral Idham Azis menunjuk Irjen Pol Drs Nana Sudjana untuk menjaga keamanan Ibu Kota. Dia meyakini keputusan itu berdasarkan rekam jejak dan posisi–posisi strategis serta kapasitas Irjen Pol Drs Nana Sudjana yang berpengalaman dalam bidang intelijen dan keamanan. “Sebenarnya sesuatu yang berat bagi kami, karena Irjen Nana Sudjana baru delapan bulan mengemban amanah di Polda NTB. Namun saya percaya, Beliau memiliki kemampuan, pengalaman dan kapasitas yang mumpuni selama era bergulirnya reformasi 1998 dan setelahnya. Jadi saya pikir bukan sesuatu yang susah bagi beliau jika kembali mendapat amanah baru dari Kapolri untuk memimpin di ibu kota,” ujar Bang Zul ke awak media di Mataram, Rabu (25/12). Pasca Pilpres 2019, menurut Bang Zul, kondisi masyarakat bisa dibilang masih terbelah, di mana turbulensi politik identitas masih dapat mempengaruhi situasi kamtibmas nasional. Selain itu, Jakarta adalah etalase Indonesia dan merupakan barometer keamanan nasional demi terciptanya kehidupan bermasyarakat dan bernegara yang aman. “Saya rasa memang di situlah dibutuhkan profil yang matang dan mumpuni, yang dapat berperan sebagai “cooling sistem”, yang mampu melindungi hak dan kepentingan warga negara bahkan kewajiban dan hak pemerintah. Termasuk menjaga ibu kota untuk menjaga stabilitas serta rasa aman masyarakat dalam menggerakkan ekonomi,” jelas Bang Zul. Potensi gangguan kamtibmas ke depan di ibu kota, di satu sisi hanya dapat dilakukan dengan upaya pencegahan yang diperoleh dari pengumpulan data serta koordinasi dengan sejumlah stakeholder. Di sisi lain, peran sejumlah ulama dan informal leader pun dioptimalkan dalam mengkomunikasikan visi dan misi pemerintah. Sosok Nana dinilai Zulkieflimansyah sebagai figur polisi yang bertangan dingin, kemampuan komunikasinya luwes sehingga bisa menjangkau ke berbagai kalangan. “Selama Irjen Nana Sudjana menjadi Kapolda NTB, meski bisa dibilang baru sebentar, Provinsi NTB terjamin dalam keadaan aman. Potensi benturan di masyarakat berhasil dikelola dengan baik dan ketertiban berjalan maksimal. Dalam waktu yang serba singkat, Beliau telah mendapatkan apresiasi positif dari tokoh dan masyarakat NTB,” imbuh Politisi PKS itu. Sementara itu, Kapolda NTB Irjen Pol Nana Sudjana mengaku mendapatkan surat telegram (ST) pada Jumat (20/12). Isinya terkait penunjukan dirinya sebagai Kapolda Metro Jaya oleh Kapolri Jenderal Idham Azis. “Terkait dengan beredarnya kabar tentang mutasi saya selaku Kapolda Metro Jaya memang betul, dan pada malam Sabtu, saya mendapatkan ST tersebut untuk menjadi Kapolda Metro Jaya,” ujarnya pada saat memimpin Upacara Hari Ibu di Lapangan Gajah Mada Polda NTB Senin, (23/12). Nana Sudjana mengaku bahwa mutasi tersebut membuat perasaannya campur aduk. Di satu sisi, ia dipercaya Kapolri untuk memimpin wilayah ibu kota. Di sisi lain, ia harus meninggalkan jabatan Kapolda NTB, sebuah amanah yang baru diembannya dalam waktu yang singkat. “Jadi terus terang saya merasa ada suka dan luka, saya terus terang baru menginjak bulan ke 8 menjadi Kapolda NTB ini saya sudah merasakan, kebersamaan dan rasa menyatu dengan seluruh anggota di Polda NTB,” ungkap jendral Bintang dua tersebut. Namun begitu, dirinya menegaskan kalau mutasi dalam tubuh Polri merupakan hal yang biasa dan harus diterimanya sebagai sebuah tugas, amanah dan pengabdian. tutupnya (Zi JN)

Kamis, 26 Desember 2019 09:46

Danrem 162/WB dan Kapolda NTB Tinjau Nataru

Ditulis oleh

MATARAM -- alasannews.com | Perayaan Natal 2019 yang dilaksanakan hari ini di beberapa Gereja di wilayah Kota Mataram terus dilakukan pemantauan dan pengamanan dari aparat TNI Polri bersama instansi terkait. Pagi ini, Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., bersama Kapolda NTB Irjen Pol Drs. Nana Sudjana, MM., didampingi para Perwira kedua institusi melaksanakan pemantauan dan peninjauan dengan gowes bersama ke beberapa Gereja dan pos pengamanan Operasi Lilin perayaan Natal dan Tahun Baru 2020. Danrem 162/WB dalam wawancaranya mengatakan pihaknya bersama Polda NTB melaksanakan kegiatan olahraga bersama sekaligus mensingkronkan dengan kegiatan pengecekan pos keamanan perayaan Natal dan Tahun Baru 2020. "Alhamdulillah semuanya berjalan aman, tertib dan lancar. Belum ada indikasi-indikasi yang bersifat membahayakan," ungkap Danrem. Menurutnya, terkait dengan pengamanan, pihaknya selalu bersinergi dengan Polda NTB untuk menciptakan wilayah NTB tetap kondusif, karena dengan situasi kondusif maka NTB akan bisa membangun perekonomian menuju NTB Gemilang. Pada kesempatan tersebut, Kapolda NTB menjelaskan selama pelaksanaan Operasi Lilin, perkembangan situasi di wilayah Provinsi NTB masih kondusif dan tidak ada permasalahan yang bersifat menonjol. "Kami dari aparat keamanan baik TNI, Polri bersama instansi terkait dan komponen masyarakat terus bersiaga terutama di tempat sentral seperti tempat pelaksanaan ibadah Natal, Pelabuhan, Bandara dan beberapa lokasi untuk menciptakan keamanan dan kelancaran berlalu lintas," terang Nana Sudjana. Selain itu, Kapolda NTB juga menyampaikan pihaknya bersama Danrem dan Jajaran melaksanakan patroli bersepeda dalam rangka pengecekan Pospam di beberapa pospam tersebar di Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat. "Dengan patroli bersepeda bisa langsung menyapa dan berkomunikasi dengan masyarakat dan ini lebih efektif di samping menjaga kebugaran," pungkasnya. Adapun beberapa lokasi pos pengamanan perayaan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 yang dikunjungi antara lain Pospam wilayah Ampenan, Karang Jangkong dan Pospam Narmada Lombok Barat. (Zi JN)

Senin, 23 Desember 2019 09:27

Penomena Alam, Air di Padang Berubah jadi Hijau

Ditulis oleh

PADANG | Air laut di perairan Kota Padang, Sumatera Barat, berubah jadi hijau.

Dinas Lingkungan Hidup Sumatera Barat (Sumbar), menurunkan tim untuk mengambil sampel air yang berubah warna tersebut.

"Kami sudah menurunkan tim untuk mengambil sampel air langsung ke lokasi," kata Kadis Lingkungan Hidup Sumbar Siti Aisyah, di Padang, yang dilansir dari Antara, Senin (23/12), tulis detik.com.

Pantauan di pantai kawasan Batang Kajai dan Pasar Gaung, Padang, pada pukul 14.00 WIB air hijau terlihat secara kasat mata di permukaan air laut.

Ketika terkena pantulan cahaya matahari air terlihat berwarna kekuningan. Menurut nelayan sekitar, Rusli, hijaunya warna air laut tersebut diduga karena bermuatan lumut.

Tidak hanya di pinggir saja, lumut tersebut menurutnya tampak lebih banyak ke arah tengah laut. Ia mengaku kondisi tersebut berpengaruh terhadap hasil tangkapan ikan dibandingkan hari normal.

"Biasanya hasil melaut dalam sehari mencapai Rp 200 ribu, tapi kemarin cuma Rp 40 ribu saja. Karena sulit menangkap ikan," kata Rusli, di lokasi. Rusli menjelaskan, fenomena perubahan warna ini terjadi sekitar 1 minggu lalu.

Air laut di perairan di Padang yang biasanya berwarna biru saat ini terlihat berwarna hijau layaknya air di kolam air tawar. "Kejadian ini sudah terjadi sekitar seminggu terakhir, dan hari ini hijaunya semakin pekat," ucapnya.

Puan

Sabtu, 21 Desember 2019 19:55

72 Anggota Bawaslu Sumbawa Dites Urine

Ditulis oleh

SUMBAWA -- Dalam Upaya Pencegahan, Penyalahgunaan dan Peredaran gelap Narkoba dilingkup Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kab. Sumbawa, Kini Bawaslu menggandeng Badan Narkotika Nasional Kab. Sumbawa menggelar tes Urin untuk semua Panwascam yang sudah lulus Seleksi dalam rangka persiapan Pilkada serentak Tahun 2020.

Ketua Bawaslu Syamsi Hidayat mengatakan bahwa tes urin yang dilakukan ini merupakan salah satu upaya dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba dilingkup Bawaslu kab. Sumbawa dan sosialisasi terkait anti Narkoba, ujar syamsi saat ditemui usai pelaksanaan sosialisasi dan tes urin, sabtu (21/12) di ruang kerjanya.

Menurutnya bahwa Bawaslu pusat telah melakukan MOU Bersama BNN agar semua Stakeholder Bawaslu hingga daerah menindaklanjuti kerja sama tersebut. Sehingga jajaran bawaslu bebas dari pengunaan Narkoba.

Selain itu juga salah satu syarat untuk menjadi panwascam itu yakni bebas dari penggunaan Narkoba, saat ini digelar tes urin untuk semua jajaran kami. Lanjut syamsi mengungkapkan bahwa ada 72 Calon Anggota Panwascam Kab. Sumbawa telah mengikuti sosialisi Anti Narkoba dan tes urin sebelum pelantikan menjadi Anggota Panwascam di setiap kecamatan kab. Sumbawa.

“Apabila nantinya jika ada anggota kami yang terindikasi tentu pasti ada sikap tegas akan dilakukan karena Stakeholder Bawaslu harus bebas Narkoba," tegas syamsi.

Sementara di lokasi yang sama Kasi P2M BNNK Sumbawa Nursyafruddin Mengatakan bahwa sosialisasi tentang Narkoba yang digelar oleh bawaslu kab. Sumbawa merupakan salah satu upaya dalam pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba tersebut patut diapresiasi.

Terkait dengan Bahaya pengunaan Narkoba tersebut menjadi tanggung jawab semua kalangan bukan saja bawaslu atau Badan Narkotika Nasional semata dan patut ditiru oleh Instasi - Instasi pemerintah lain. pungkasnya. (Dhy JN)

Sabtu, 21 Desember 2019 06:59

Irjen Pol Nana Sudjana Jabat Kapolda DKI Jakarta

Ditulis oleh

Alasannews.com, Mataram | Gelar Pisah sambut PJU (Pejabat Utama Polda Nusa Tenggara Barat) tampak Kegembiraan dalam acara tersebut, namun mendadak berubah menjadi haru. jumat (20/12).

Bagaimana tidak Kapolda NTB Irjen. Pol Drs.Nana Sudjana AS.,MM yang baru menjabat delapan bulan ini bakal pindah tugas ke Polda Metro Jaya Jakarta.

Kabar ini disampaikan dalam acara pisah sambut pejabat utama Polda NTB yang di pimpinnya. Saya merasa kaget dan tidak percaya mendapat kabar ini,padahal saya sudah kerasan dan nyaman di NTB ini, Saya sudah mulai menyatu dengan alam nya yang indah, masyarakatnya yang ramah dan lingkungan Polri tempat bekerja yang nyaman. ujar Nana Sudjana.

Menurut Kapolda, mutasi di lingkungan Polri adalah hal yang wajar, Inilah resiko yang harus di terima meski berat untuk dijalaninya.kita harus legowo, ikhlas maju menjalankan perintah demi tugas untuk masa depan bangsa dan negara. ungkapnya.

Melihat dirinya akan meninggalkan Polda NTB Kapolda menyampaikan pesan untuk pejabat di lingkup Polda NTB dan jajarannya untuk menjaga Harkamtibmas dalam masyarakat, keamanan, kenyamanan serta ketenangan dalam masyarakat, demi terwujudnya pembangunan NTB gemilang.

Lanjut ia menyampaikan bahwa Nusa Tenggara Barat adalah daerah yang sudah di pilih oleh persiden RI. Joko Widodo dalam bidang pariwisata, dan masuk urutan yang ke empat, diantaranya Danau Toba, Candi Borobudur, Mandalika ( lombok NTB) serta Labuhan Bajau.

Poin ini tentunya harus di manfaatkan oleh pejabat-pejabat di NTB termasuk Polri dan seluruh lapisan masyarakat untuk mendukung terciptanya NTB Gemilang kedepan. Pungkasnya. (Zi JN)

Kamis, 19 Desember 2019 12:41

Kehadiran AMNT Harus Beri Manfaat ke Masyarakat

Ditulis oleh

Alasannews.com, Mataram | Indonesia adalah Negara yang kaya akan sumber daya alam dan sumber saya manusia, hal itu merupakan harta pusaka tersebar di seluruh pelosok daerah yang ada di Indonesia. Kekayaan yang paling menjanjikan untuk dikelola dari seluruh kekayaan alam yang tersedia adalah yang berasal dari dalam bumi. Pertambangan Indonesia memberikan nilai jual produk yang begitu bernilai dengan sokongan banyak tenaga kerja dan sektor pendukung. Perusahan tambang terbesar yang ada di Nusa Tenggara Barat (NTB) yakni PT MaC Mahon yang berada di perusahaan Tambang Batu Hijau memberikan banyak manfaat bagi masyarakat dan daerah. Dimana perusahaan tersebut secara continue memberikan yang terbaik dalam pembangunan daerah kedepannya. Dan mendorong terciptanya lapangan kerja secara luas kepada masyarakat. Salah satunya perusahaan tambang  PT. MacMahon Indonesia yang merupakan perusahaan di kawasan tambang Project Batu Hijau. Industri pertambangan Indonesia telah banyak memberikan pendapatan daerah dan negara, hampir setiap tataran di kehidupan bangsa ini dipengaruhi sektor pertambangan dan industri turunannya, tidak sedikit daerah yang perekonomiannya tumbuh dan ditunjang sektor pertambangan. Salah satunya di Provinsi NTB yang ada di Kab. Sumbawa Barat, misalnya yang merupakan penyumbang pendapatan daerah untuk kemajuan daerah tersebut, ujar Baiq Idayani, Supertanden Komunikasi PT. AMNT saat confirmasi jayantaranews.com, rabu (23/10). Lanjut ia menjelaskan bahwa Perusahaan pertambangan Indonesia selalu mengedepankan kemajuan bangsa dan kesejahteraan rakyat, Dan terkait pengakhiran Kontrak Karyawan Macmahon tersebut, proses perpanjangan dan pengakhiran kontrak kerja di PT Macmahon Indonesia dilakukan melalui sosialisasi ke perwakilan LSK Bipartite. Untuk diketahui dari sekitar 600 orang yang akan berakhir Kontrak Kerjanya Oktober ini, yang tidak diperpanjang 56 karyawan dengan alasan Kinerja dan Perilaku. Dan ada 37 orang dengan alasan rekam medis, proses evaluasi karyawan terkait hal ini masih terus berlangsung. ungkapnya. Bahkan saat ini, PT Macmahon Indonesia akan melanjutkan hubungan kerja sekitar 500-an karyawan dan menjadikan karyawan permanen. Selama proses diatas berlangsung, operasional PT. AMNT dan PT Macmahon Indonesia terus berjalan lancar. jelas baiq Idayani. Oleh karena itu saat ini, komposisi karyawan Macmahon saat ini, yang berasal dari KSB 58% (1192 karyawan), NTB 18% ( 367 karyawan) dan Non NTB 24% (503 karyawan). Sebagian besar tenaga kerja yang bekerja di PT Macmahon adalah Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT). pungkas baiq Idayani. (Zi JN)

Senin, 16 Desember 2019 16:54

Program KOTAKU Sapugarut Diduga Tidak Wajar

Ditulis oleh

Alasannews.com, Pekalongan | Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) adalah salah satu dari sejumlah upaya strategis Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk mempercepat penanganan permukiman kumuh di Indonesia, selain upaya untuk membantu sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh masyarakat. Program KOTAKU yang dikerjakan oleh KSM di masing-masing desa dan kelurahan dengan anggaran yang begitu besar itu, kadang lepas kontrol dari berbagai pihak. Seperti yang terjadi di Kelurahan Sapugarut, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan. Dimana, kelurahan itu mendapatkan bantuan sarana dan prasarana air bersih, paving block dan saluran drainase, dengan masing-masing anggarannya dari BDI dan swadaya masyarakat untuk pengadaan satu unit air bersih sebesar Rp 452.850.000,- yang meliputi; sumur bor, tower dan perlengkapannya. Sedangkan untuk paving block dan drainase memakan anggaran dari BDI dan swadaya sebesar Rp 932.865.000,-. Program KOTAKU yang dikerjakan secara swakelola ini, diduga ada ketidakwajaran dan tidaksesuaian pembangunan, dimana sumber dana yang diambil dari BDI ini, seakan tidak dibarengi swadaya yang cukup mumpuni. Hal ini seperti diungkapkan oleh Ketua Umum PWOIN Ferry Rusdiono. Ia mengatakan," Program KOTAKU di Kelurahan Sapugarut, Kecamatan Pabuaran yang sekarang dalam pengerjaan, sungguh tidak masuk di akal. Pasalnya, anggarannya terhitung cukup besar, namun pembangunannya tidak sesuai dengan apa yang dikerjakannya," jelas Ferry. " Sepertinya Program KOTAKU ini lepas dari pengawasan, karena KSM yang mengerjakan proyek tersebut tidak mencantumkan mulai pengerjaan dan akhir pengerjaan. Bahkan, untuk pengadaan sarana air bersih, swadaya masyarakat hanya sebesar Rp 3 juta. Selain itu, pengerjaannya untuk sarana air bersih dikerjakan oleh KSM Suka Maju 3, sedangkan untuk paving block dan saluran drainase dengan volume pengerjaan 400 meter-850 meter dikerjakan oleh KSM Suka Maju 2," ungkap Ferry. Pengerjaan proyek KOTAKU di Kelurahan Sapugarut dengan nilai anggaran hampir mencapai 1 milyar ini, dikerjakan oleh 2 KSM. Ironisnya, dengan anggaran sebesar itu, dan sekarang sudah mau berakhir pada bulan Desember 2019 yang notabene anggaran pemerintah seharusnya sudah tutup anggaran, namun ini masih bisa mengerjakannya. (Tim)

Senin, 16 Desember 2019 13:51

Dua Isteri Wabup Blitar jadi Kades

Ditulis oleh

Alasannews.com, Blitar | Dua istri Wabup Blitar, Marhaenis Urip Widodo, dila3ntik sebagai kepala desa di Kecamatan Talun secara bersamaan.

Mereka berhasil unggul melawan kandidat lainnya berkat program unggulan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Dua istri Wabup Blitar itu adalah Halla Unariyanti (48 tahun) istri pertama wabup, terpilih kembali menjadi Kepala Desa Bendosewu. Sedangkan istri kedua, Fendriana Anitasari (33 tahun), terpilih menjadi kepala desa di Desa Wonorejo.

Pelantikan ini merupakan penanda keduanya melanjutkan kepemimpinan untuk periode kedua. Dihubungi detikcom, Fendriana mengatakan berhasil meraup 2.275 suara dari 3.539 daftar pemilih tetap, dengan jumlah kehadiran 2.789 warga.

"Saya akan melanjutkan visi misi yang belum terealisasi pada periode sebelumnya. Ada empat pengembangan ekonomi rakyat, yakni mengembangkan simpan pinjam syariah di BumDes, mengangkat produk unggulan genteng dan ukm serta membuat desa wisata," jawab Fendriana di ujung telepon, Senin (16/12)

Tak berbeda dengan Fendri, Halla pun juga unggul dalam perolehan suara dalam pilkades serentak Oktober 2019 lalu. Menurut Fendri, kedua wanita pendamping Wabup Blitar ini senantiasa berkoordinasi dan saling bersinergi untuk memajukan desa mereka.

Secara lokasi, Desa Wonorejo berada di sebelah utara rumah pribadi wabup, yang berada di Desa Bendosewu. "Yang jelas kami bekerjasama agar dua desa jadi tolak ukur di Kecamatan Talun dan Kabupaten Blitar. Kebetulan dua desa ini sebagai sentra genting di Kabupaten Blitar," ungkapnya.

Fendri bersyukur selama menjadi Kades Wonorejo tidak mengalami kendala berarti. Semakin tingginya kesadaran sosial masyarakat menurutnya memudahkan upaya kemajuan bersama. Bagi Fendri, kendala yang dihadapi sekarang justru pada sistem birokrasi dan regulasi pelaporan penggunaan anggaran yang rumit.

Sementara, perangkat desa belum mendapatkan pelatihan sampai betul-betul mumpuni mengolah data menjadi bentuk laporan Sistem Keuangan Desa (siskeudes) "Saya sangat mendukung Bapak Presiden tidak memperumit birokrasi. Pelaporan penggunaan uang negara itu penting dan sangat saya dukung. Saya berharap ada pelatihan terus menerus pada perangkat desa, supaya mereka bisa bekerja maksimal, sama-sama enaknya," pungkasnya.

Detik.com/puan

Halaman 4 dari 12
Umroh

Kontak Polisi