hpn2020
Regional
Regional

Regional (162)

JAKARTA --alasannews | Waspada banjir. Cuaca ekstrim kini menyelimuti langit Jakarta. Warga di daerah rawan banjir, sebaiknya waspada.

Pantauan alasannews.com, Jumat (23/1/2020) awan hitam disertai hujan tampak sampai membatasi jarak pandang kita.

Hingga pukul 08.25 pagi ini, hujan semakon deras dan langit semakin gelap. Beberpa pedagang kaki lima di sekitar pasar Jati Negara Jakarta Timur mengemasi barang jualannya.

"Iya pa, kita was was kalau hujan terus menerus begini," ujar ibu Retno (41) yang berjualan ketupat sayur.

Sebelumnya, warga di Kampung Melayu mengaku tetap bertahan di sekitar tempat awal mereka walau wapat rumah susun (rusun).

"Dapar Rusun bukan gratis tapi warga disuruh bayar 500 ribu sebulan. Itu ma sama aja kami ngontrak, "ujar haji Tadjudin .

Air tdka memuaskan...tekanan kecil dan nunggak sebulan dua bulan bisa langsung di putus. Banjir kampung melayu meninggalakan catatam pilu bagi keluarga tajudin.puan

NTT– alasannews | Upaya Satuan untuk menyiapkan kemampuan bagi personel Militer Kodim 1622/Alor dilakukan dengan melaksanakan latihan secara terprogram, bertahap, bertingkat dan berlanjut dan salah satunya melalui program Latihan Perorangan Dasar (Latorsar) yang digelar sejak Rabu (22/1/2020) di Makodim 1622/Alor.

Kegiatan latihan dilaksanakan sesuai kalender kegiatan yang bertujuan untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan dasar keprajuritan, sehingga tugas pokok yang diembankan kepada setiap prajurit dapat terlaksana dengan baik, kata Dandim 1622/Alor Letkol Inf Supyan Munawar,S.Ag saat memberikan kepada prajuritnya yang mengikuti Latorsar, Kamis (23/1/2020).

“Latihan diikuti seluruh anggota militer Kodim 1622/Alor. Fokusnya pada peningkatan materi kemampuan dasar prajurit dan materi lainnya,” kata Dandim.

Menurutnya, Kodim 1622/Alor sebagai satuan kewilayahan yang selama ini melaksanakan kegiatan pembinaan teritorial (Binter) di wilayah Kabupaten Alor, namun demikian tetap dituntut untuk memiliki postur prajurit yang profesional di bidang kemiliteran.

“Prajurit harus tetap profesional dibidang kemiliteran. Saat dibutuhkan untuk melaksanakan tugas Operasi Militer Untuk Perang (OMP) maka kita siap,” terangnya.

Dandim menjelaskan bahwa kegiatan Latihan Perorangan Dasar (Latorsar) merupakan kegiatan program yang mutlak harus dilaksanakan guna mengasah kembali kemampuan-kemampuan dasar yang dimiliki setiap prajurit.

“Apkowil, setiap harinya melaksanakan Binter diwilayah tetapi kemampuan ilmu kemiliteran sebagai prajurit harus tetap dijaga dan dituntut profesional di bidangnya,” tegas Dandim.      (*jef/tim).

Istana (Jakarta) -- alasannews | Presiden Joko Widodo menerima kunjungan kehormatan Perdana Menteri (PM) Hungaria Viktor Orbán di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis, 23 Januari 2020.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin membahas peningkatan kerja sama di sejumlah bidang, salah satunya penyediaan air.

“Saya menghargai kerja sama bidang penyediaan air bersih. Proyek itu selesai pada Desember 2019 dan diimplementasikan di 36 daerah di 12 provinsi di Indonesia,” kata Presiden dalam sambutannya.

Dalam pertemuan tersebut, PM Hungaria datang bersama Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Péter Szijjártó, Duta Besar Hungaria untuk Indonesia Judit Pach, Menteri Negara Kantor PM Janos Nagy, Kepala Pers Kantor PM Bertalan Havasi, dan Deputi Menteri Negara Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Andras Baranyi.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo didampingi oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, dalam pertemuan tersebut kedua pemimpin berkomitmen untuk terus meningkatkan hubungan bilateral.

Meski secara geografis kedua negara cukup jauh, namun Retno menilai substansi hubungan Indonesia dan Hungaria semakin meningkat.

“Dengan jarak yang cukup jauh tersebut, maka hal pertama yang penting yang harus dilakukan adalah membangun hubungan people to people,” kata Retno.

Dalam konteks people to people contact ini, kata Menlu, ada beberapa hal yang sudah dilakukan, antara lain adalah program beasiswa. Pemerintah Hungaria menyediakan 100 beasiswa untuk mahasiswa Indonesia.

“Tadi dibahas mengenai bidang-bidang yang akan digunakan oleh para mahasiswa. Presiden menyampaikan hal-hal yang terkait dengan sains, teknologi, inovasi, itu yang kita prioritaskan,” imbuhnya.

Masih dalam bidang people to people contact, Hungaria juga berkomitmen untuk melakukan penyederhanaan terhadap proses visa bagi warga negara Indonesia.

Adapun berkaitan dengan bidang olahraga, lanjut Retno, kedua negara juga bekerja sama dalam pelatihan pemain sepakbola Indonesia di Hungaria. Selain people to people contact, dalam pertemuan tersebut juga dibahas mengenai kerja sama dalam bidang ekonomi, salah satunya berkaitan dengan penyediaan air.

“Kemudian kemungkinan kerja sama yang akan kita lakukan, ada keinginan dari pihak Hungaria untuk meningkatkan kerja sama di bidang e-toll. Jadi electronic toll payment, ini akan dikembangkan,” jelas Retno.

Adapun hal ketiga yang dibahas adalah Hungaria menawarkan kerja sama membangun rumah sakit yang berfokus kepada terapi untuk kanker, untuk onkologi, dan pengembangan rumah sakit militer.

“Jadi intinya, pertemuan ini membuahkan hasil yang cukup banyak, terutama di dua bidang, people to people contact dan kerja sama ekonomi,” kata Retno.

Dalam kesempatan tersebut, Perdana Menteri Hungaria juga mengundang Presiden Joko Widodo untuk berkunjung ke Hungaria.

Menurut Menlu, tahun ini Indonesia dan Hungaria akan merayakan 65 tahun hubungan diplomatik. “We celebrate 65th anniversary of our diplomatic relation dan kita isi dengan kegiatan-kegiatan yang sifatnya konkret,” tandasnya.

 

(BPMI Setpres)

BANTENG (Sulsel) -- alasannews | Kebakaran nyaris melalap rumah Andi Arming (65 thn) warga Jln. Soekarno Hatta, Lingkungan Bua-Bua Barat, Kelurahan Benteng Utara, Kecamatan Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan. Peristiwa kebakaran dipicu oleh kompor gas yang lupa dimatikan pemilik rumah. Kejadian naas yang berlangsung pada sekitar pukul 20.00 Wita, hari Kamis, (23/01) tersebut, sempat membuat panik dan geger warga masyarakat di sekitar tkp, yang berlarian menghampiri rumah korban. Melihat asap yang mulai mengepul disertai nyala api, warga sekitar langsung bertindak cepat melakukan upaya pemadaman dengan menggunakan ember dan peralatan seadanya. Dua unit armada damkar dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) diterjunkan ke tkp untuk membantu upaya pemadaman. Berselang beberapa menit kemudian, personil BPBD Kep. Selayar yang dipimpin Kasie Darurat, Andi Bahar, tiba dan langsung berkoordinasi dengan pihak PT. PLN (Persero) Cabang Bulukumba, Ranting Kep. Selayar, untuk membantu proses penanganan saklar listrik di atas rumah yang sempat tersambar api. Usai berkoordinasi dengan pihak PLN, dan unsur pemerintah kelurahan Benteng Utara, Andi Bahar, bertindak cepat memberikan instruksi kepada jaiaran personil BPBD untuk melakukan assesmant dan mengumpulkan data korban. Akibat kejadian ini, dinding pada bagian lantai dua rumah korban dilalap si jago merah dan berdampak mengakibatkan kerugian material. Kebakaran ini juga sempat menelan satu orang korban luka atas nama Bau Ajji (46 th) yang sempat tersambar api, saat akan berusaha mematikan kompor gas pemicu kebakaran. (Fadly Syarif

JAKARTA -- alasannews | Perburuan berbagai spesies binatanh atau hewan liar di Indonesia, seperti terjadi pembiaran. Bagaimana, berikut faktanya.

Dipantau di sekitar Jalan Matraman Jakarta Timur, Kamis (22/1/2020) para pedagang fauna (hewan) liar khas Indonesia itu bebas.

"Awalnya mereka berjualan di depan swalayan Ramayana. Karena namanya mall mau bersih, mereka kemudia bergeser ke sini," ujar salah seorang karyawati di toko busana Ria.

Tidak hanya baunya yang mengganggu calon pembeli di toko busana itu, pernah juga pwngunjung di sana dibuat panik karena hewan jualan tetlepas sampai masuk toko, kata karywati itu tanpa merinci waktunya.

 

"Ini sangat menggangu pa. Selain bau, bisa saja hewan hewan itu membawa virus yang berbahaya bagi anak-anak," ujar Arya seorang pengunjung di toko itu.

Bukan hanya itu, tempat berjualan hewan itu tidak seberapa jauh dsri lokasi sekolah.

"Itu kan tempat anak-anak, " tunjuk Arya ke arah sekolah SMP 14 itu. Tampak, berbagai jenis hewan itu seperti beberapa jenis ular, monyet berukuran kecil dan berekor, burung hantu,sejenis tupai dan burung hingga ayam jago.

Soal harga, hewan-hewan ini dihargai bervariasi. Tergantung jenisnya. Karena anek jenis hewan liar yang ada di hutan-hutan tropis Indonesia.

 

Konon, para pedang ini pernah di razia petugal Pol PP. Tapi pada kamis ini, tampak anggota Pol PP tidak menggubri mereka alias membiarkan saja.

Soal.perawatan, tampak apa adanya karena hewan-hewan ini rata-rata diberi makan buah pisang saja. Apakah ada disini jenis hewan di lindung?

 

Alor-NTT -- alasannews | Acara syukuran Halal Bi Halal dan Natal Keluarga Besar Rote (Dalek Esa) yang berlangsung pada hari Rabu tanggal 22 Januari 2020 Pukul 19.00 Wita di aula Gereja Pola Tribuana Kalabahi, Kelurahan Kalabahi Kota, Kecamatan Teluk Mutiara, Kab. Alor turut dihadiri Bupati Alor Drs Amon Djobo, Dandim 1622/Alor Letkol Inf Supyan Munawar, S.Ag, Ketua DPRD Alor Enny Anggrek,SH, Sekda Alor Hopny Bukang,SH, anggota Komisi 1 DPRD Kab. Alor, Drs Karel Lapenangga, Kepala Seksi Bimas Islam Drs Nurdin Abdullah, Kabag Ren Polres Alor Kompol Alexander Aplugi, Kapolsek ATU Iptu Onan Dollu, Kabag Ops Polres Alor Kompol Dominggus Singakole, Ketua FKUB Kab. Alor, Pdt. Yakobus Pulamau,S.Th, Sekcam Teluk Mutiara Enos Djahamou,SE, Lurah Kalabahi Tengah Muhamad Idris,S.St, tokoh lintas agama, serta tamu undangan.

Diawali dengan pembacaan ayat suci AL-QUR'AN, dan turut dimeriahkan oleh Group Qasidah, Hikmah Halal Bi Halal, Paduan Suara Dalek Esa. Pembacaan Alkitab dan Narasi Natal mewarnai acara syukuran keluarga Dalek Esa yang artinya Satu Hati dimana semuanya tergabung dalam ikatan keluarga besar Rote Ndao yang ada di Kabupaten Alor. Bupati Alor Drs. Amon Djobo dalam sambutannya mengucapkan terima kasih dan rasa bangganya kepada keluarga besar Dalek Esa karena bisa menggabungkan acara Halal bi halal dengan Natal secara bersamaan.

Ia pun mengajak keluarga besar Rote Ndao untuk tidak mengaggap Alor sebagai tanah perantauan, tetapi anggaplah Alor sebagai kampung halamannya sendiri, karena Alor dan Rote bersaudara.

"Kepada Pendeta dan Ustad yang telah membagikan petuah dan nasihat buat semua yang hadir, sehingga di tahun yang baru ini kita semua bisa melakukan hal yang baik, ucap Amon. Amon mengajak keluarga besar Rote yang ada di Alor untuk bersama sama membangun Alor. Alor adalah tanah terjanji surga di timur matahari, karena itu semua masyarakat yang ada di alor harus bersatu, pinta Bupati 2 periode ini. Komandan Kodim 1622/Alor Letkol Inf Supyan Munawar,S.Ag disela-sela acara ramah tamah kepada media mengatakan bahwa acara syukuran Halal Bi Halal dan Natal Keluarga besar Dalek Esa adalah bukti kebesaran Allah bagi Kabupaten Alor.

"Ini bukti kerukunan beragama yang ada di nusa kenari. Sangat kuat dan terasa setelah kita ikuti acara dari awal. Harus seperti ini maka NKRI akan semakin kokoh dan kuat soal persatuan dan kesatuannya," jelas Dandim.

Kita berharap, ditempat-tempat lainnya di nusantara ini terus ada kebersamaan seperti malam ini. "Teman-teman medialah sebagai saksi yang bisa mengemas apa yang ada untuk diketahui semua orang," pinta Dandim. (*jef/tim)

Rabu, 22 Januari 2020 00:56

Fraksi PSI Ingin Uji Publik, Wagub DKI Jakarta

Ditulis oleh

JAKARTA -- alasannews | Dua nama calon wakil gubernur (cawagub) DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria dari Gerindra dan Nurmansyah Lubis dari PKS, bagi PSI perlu diuji. Padahal DPRD DKI akan menggelar pemilihan untuk menentukan salah satu dari mereka yang akan menjadi wagub DKI. Kecuali PSI ogah bila disuruh bak memilih kucing dalam karung. "Kita sangat ingin ada public hearing atas keduanya, juga ada uji publik juga untuk kedua kandidat, agar masyarakat tidak mendapat kucing dalam karung," kata Wakil Ketua Fraksi PSI DPRD DKI, Justin Adrian, kepada wartawan, Rabu (22/1/2020). Wakil rakyat di DPRD DKI bisa menjadi ujung tombak warga DKI menguji Riza dan Nurmansyah. PSI berharap uji publik itu digelar seperti proses uji kepatutan dan kelayakan, terbuka bagi pantauan publik. "Dari mereka, kami ingin ada jaminan soal kapabilitas dan kualitas supaya bisa melengkapi gubernyr kita yang memang butuh bantuan. Wakil gubernur juga harus antikorupsi dan anti-intoleransi," ujar Justin. Hingga saat ini, PSI belum memutuskan akan memilih Riza atau Nurmansyah. Gerindra dan PKS DKI Jakarta telah menyerahkan surat berisi nama cawagub DKI secara langsung kepada Gubernur Anies Baswedan, Selasa (21/1) kemarin. Mereka berjanji segera mempercepat proses pemilihan yang sudah lama terkatung-katung. Kami akan proses juga di DPRD setelah kami terima surat dari Pak Gubernur," ucap Wakil Ketua DPRD DKI yang juga Ketua Gerindra DKI, M Taufik, di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (21/1) kemarin.

NTT -- alasannews | lDi hari ketiga kunjungan kerjanya ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Presiden Joko Widodo menyerahkan 2.500 sertifikat hak atas tanah untuk rakyat. Acara penyerahan digelar di Kantor Bupati Manggarai Barat, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Selasa, 21 Januari 2020. Dalam sambutannya, Presiden menjelaskan alasan pemerintah terus mendistribusikan sertifikat hak atas tanah untuk rakyat. Salah satunya, masih maraknya konflik dan sengketa tanah yang terjadi di seluruh Tanah Air. “Dulu 2015 setiap saya ke desa, setiap saya ke kampung, setiap saya ke daerah, apa yang saya dengar? Sengketa tanah, konflik tanah, konflik lahan, sengketa lahan, di mana-mana di seluruh Indonesia. Apa penyebabnya? Masyarakat kita memiliki lahan, memiliki tanah, tapi belum pegang sertifikat,” kata Presiden. Pada 2015, kata Presiden, dari 126 juta bidang tanah yang harusnya bersertifikat, baru 46 juta bidang tanah yang rampung. Sisanya, sebanyak 80 juta lahan belum memiliki tanda bukti hak hukum berupa sertifikat tersebut. “Artinya punya tanah tapi gak pegang sertifikat, kemudian tumpang tindih akhirnya sengketa di mana-mana,” lanjutnya. Minimnya penyerahan sertifikat kepada masyarakat juga dikarenakan sebelumnya pemerintah hanya mengeluarkan sekitar 500-600 ribu sertifikat setiap tahunnya. Maka itu, pemerintah melalui Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional meluncurkan program prioritas nasional berupa percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). “Saat itu saya perintah pada menteri, siapkan, 2017 saya minta 5 juta harus keluar dari Kantor BPN, bukan 500 ribu lagi. Caranya seperti apa? Pak Menteri yang cari agar 5 juta itu keluar. Tahun 2018, 7 juta minta keluar sertifikat, 2019 9 juta harus keluar. Mungkin ini Kantor BPN enggak tidur semua, enggak apa, yang jelas rakyat harus dilayani. Sertifikat harus dipegang oleh rakyat. Kalau enggak terus sengketa lahan,” paparnya. PTSL adalah proses pendaftaran tanah untuk pertama kali, yang dilakukan secara serentak dan meliputi semua obyek pendaftaran tanah yang belum didaftarkan di dalam suatu wilayah desa atau kelurahan atau nama lainnya yang setingkat dengan itu. Melalui program ini, pemerintah memberikan jaminan kepastian hukum atau hak atas tanah yang dimiliki masyarakat. Turut mendampingi Presiden dalam acara penyerahan sertifikat hak atas tanah tersebut yaitu, Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menteri Sekretaris Negara Pratikno beserta Ibu Siti Faridah Pratikno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional Surya Tjandra. Selain itu hadir pula Gubernur NTT Viktor B. Laiskodat, Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dula, dan Staf Khusus Presiden Adamas Belva Syah Devara. (BPMI Setpres)

Rabu, 08 Januari 2020 02:30

Darurat Bencana di Kabupaten Bogor Diperpanjang 14 Hari

Ditulis oleh

BANDUNG -- alasannews | Dalam rapat bersama Gubernur Jawa Barat, Ridwal Kamil dan Menteri PUPR, dan sejumlah Kepala Daerah hari ini di Gedung Sate, khusus untuk bencana di Kabupaten Bogor. Darurat Bencana yang harusnya berakhir hari ini (16-01-2020) diperpanjang hingga 14 hari ke depan setelah melalui pertimbangan bersama dan kajian di lapangan oleh Tim Terpadu. Dalam masa ini, akan difokuskan untuk penanganan bencana di lima Kecamatan (Gunung Putri, Sukajaya, Jasinga, Cigudeg dan Nanggung) dan membuka akses jalan menuju desa yang masih terisolasi. Kepada pemerintah pusat melalui Menteri PUPR saya usulkan demi kenyamanan dan kelayakan tempat tinggal korban-korban terdampak bencana, agar segera membantu untuk merelokasi pengungsi kepada hunian sementara . Rekomendasi titik koordinat untuk kebutuhan relokasi akan segera disampaikan Pemkab Bogor setelah kajian kelayakan serta data korban selesai di verifikasi. Pada kesempatan ini juga, gubernur mengusulkan kepada pak Menteri agar tidak hanya waduk Cibeet yang disiapkan sebagai penampung air ke Bekasi dan Karawang, tapi juga dibangun Waduk Cijurei, yang manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh warga di Bogor bagian Timur . Alhamdulillah Pak Menteri menyetujui setelah sekian lama upaya membangun waduk ini tertunda. Mudah-mudahan hasil rapat hari ini, bisa berjalan sesuai rencana. Amin.

SELAYAR -- alasannews | Percepatan pembangunan akses jalan tani disuarakan masyarakat Dusun Pa’batteang, Desa Lalang Bata, Kecamatan Buki, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulsel menjelang tahapan pembahasan dan penyusunan RAPBD perubahan TA. 2020.

Masyarakat Pa’batteang meminta perhatian serius instansi tekhnis Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan untuk dapat segera mengalokasikan pos anggaran pembangunan akses jalan tani berkonstruksi rabat beton di sejumlah titik lokasi jalan tani yang sebelumnya telah dirintis dan melalui tahapan pengerasan.

Harapan serupa dititipkan warga masyarakat kepada segenap unsur pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Selayar, terkhusus yang berasal dari daerah pemilihan Kecamatan Buki-Bontomate’ne.

Warga berharap, akses jalan tani ruas sungai Li’boia dapat segera ditingkatkan statusnya dari perintisan dan pengerasan menjadi jalan rabat beton.

Selain akses jalan tani ruas Li’boia, warga masyarakat juga berharap perhatian serius dari jajaran Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar untuk dapat segera menfasilitasi pengalokasian anggaran pembangunan akses jalan tani lingkar Buhung Tujuh, Ere Botto, dan akses jalan tani, ruas Pa’batteang-Gassa yang mencapai ukuran panjang dua kilometer.

Hal ini diutarakan Fadly Syarif, S.I.KOM, dalam kapasitasnya sebagai seorang pemerhati kehidupan masyarakat di Kabupaten Kepulauan Selayar.

Pernyataan tersebut dilontarkannya, usai mengunjungi dan menyaksikan secara langsung, kondisi akses jalan tani di empat titik lokasi di Dusun Pa’batteang. Selain diharapkan mampu untuk memberikan kemudahan bagi petani dalam mengakses, mengangkut, dan memasarkan produk hasil pertanian milik petani.

 

“Kebijakan ini juga diharapkan dapat memimalisir kemungkinan tersesatnya petani, saat akan menuju ke kebun yang dikelilingi oleh rerimbunan rumput dan tanaman liar”. Persoalan akses jalan tani di Dusun Pa’batteang merupakan sebuah hal yang bersifat urgent dan harus segera dituntaskan untuk menekan potensi kecelakaan tunggal, terutama di musim penghujan. Ungkapan ini didasarkan pada pertimbangan kondisi fisik infrastruktur jalan tani yang licin dan sangat sulit untuk diakses, terutama di musim hujan. Selain tidak bisa diakses dengan menggunakan kendaraan sepeda motor, akses jalan tani di Dusun Pa’batteang juga terkadang, mengharuskan petani berjalan kaki tanpa sendal. Ironisnya, petani harus melalui jalan berbatu yang dikelilingi oleh rumput berduri dan beresiko melukai bagian kaki warga masyarakat, saat akan menuju ke kebun. Terkait akan hal tersebut, Fadly berharap agar pemerintah kabupaten segera mengambil sikap melalui pengalokasian anggaran pembangunan akses jalan tani pada ke empat ruas jalan dimaksud, tandasnya, hari Senin, (31/12) siang. Selain pemerintah kabupaten, Pemprov Sulsel bersama anggota DPRD Dapil IV yang meliputi Kabupaten Selayar, Bantaeng, dan Jeneponto pun ikut diminta untuk memberikan atensi terhadap upaya percepatan pembangunan akses jalan tani tersebut. Menindak lanjuti aspirasi peningkatan jalan tani Dusun Pa’batteang, Sekretariis Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kepulauan Selayar, Agus Salim, SP yang ditemui wartawan di ruang kerjanya, hari Senin, (31/12) siang menandaskan “melihat dan mempertimbangkan usianya, jalan tani dimaksud, sudah bersyarat untuk ditingkatkan statusnya dari pemadatan menjadi jalan rabat beton”. Oleh karenanya, ia meminta kerjasama kepala dusun dan pemerintah desa untuk membuat usulan ke Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan melalui mekanisme persuratan resmi dengan melampirkan tanda tangan masyarakat. Hal ini kata dia, diharapkan bisa menjadi dasar pengalokasian platfom pengusulan anggaran pada moment penyusunan dan pembahasan anggaran perubahan tahun 2020. Untuk mengantisipasi, tidak terakomodirnya aspirasi tersebut, ia meminta bantuan kerjasama masyarakat, kepala dusun, bpd, dan jajaran pemerintah desa untuk tetap mengusul aspirasi peningkatan jalan tani dimaksud, melalui forum musyawarah rencana pembangunan desa (musdes) untuk ditindaklanjuti pada tahapan penyusunan dan pembahasan pos RAPBD Pokok TA. 2021 mendatang. Ucapan terima kasih dan apresiasi disampaikan Sekdin Pertanian dan Ketahanan Pangan atas penyampaian aspirasi ini, kepada pihak Distan KP, selaku instansi tekhnis terkait, yang berkewenangan dan bertanggung jawab untuk menjawab persoalan masyarakat, di sektor pertanian. (fadly syarif)

Halaman 3 dari 12
Umroh

Kontak Polisi