hpn2020
Selasa, 10 Desember 2019 06:03

Korupsi Rugikan Negara Rp 200 T Setiap Tahun

Ditulis oleh
Nilai butir ini
(1 Pilih)

Alasannews.com, JAKARTA | Korupsi ternyata mwnyisahkan sejumlah persoalan di Indonesia. Diungkap pada Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) yang jatuh setiap 9 Desember, bahwa negara ini mengalami keruhian hampir Rp 200 trilun setiap tahunnya karena korupsi. Bahkan, Cita-cita reformasi 1998 untuk memberantas korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) nyaris kandas. Direktur Eksekutif Center for Social Political Economic and Law Studies (Cespels) Ubedilah Badrun dalam diskusi bertajuk "Reformasi Dikorupsi?" di kawasan Matraman, Jakarta Timur, Senin (9/12) mengungkapkan, negara merugi sampai Rp 200 triliun itu. Ubed mengatakan, Rp 200 triliun per tahun itu sebagaimana hasil penelitian Prof. Soemitro yang menyebut 30 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dikorupsi. "APBN itu jumlahnya Rp 2300 triliun. Kalau asumsi Prof. Soemtirto itu benar 30 persennya dikorupsi. Itu artinya Rp 200 triliun lebih dikorupsi itu setiap tahun," ungkapnya. Menurut Ubed, ratusan triliun uang negara yang dikorupsi itu seolah mempertegas data Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang per tahunnya menangani sekitar 600 kasus tipikor. "Datanya adalah sampai hari ini hampir 600 kasus korupsi," tutur dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini. Tidak hanya itu, lanjut Ubed, dia justru menyesalkan perilaku korup didominasi oleh para elit politik dan birokrat. Dia mencontohkan beberapa kasus yang ditangani lembaga antirasuah seperti kasus KTP elektronik dan kasus PLTU Riau-1. "61 persen praktik korupsi itu dilakukan oleh para politisi dan birokrat. Maka jawabannya adalah benar bahwa reformasi dikorupsi. Korupsi harus ditolak," pungkasnya. Puan

Baca 75 kali
Umroh

Kontak Polisi

RESOR PALU