Kamis, 26 September 2019 08:51

Menimati Teh Trotoar, Usahanya Nyaman

Ditulis oleh
Nilai butir ini
(1 Pilih)

NIKMATNYA teh Trotoar atau warung teh dan kopi berjalan. Ini, entah kapan di mulainya. Yang jelas, penikmat teh trotoar, bukan hanya hanya kalangan bawah. Dengan penghasilan bersih 150 ribu sampai 300 ribu bersih per harinya, teh trotoar semakin menjamur.

Dede (21) asal Sukabumi Jawa Barat, merambah kota metropolitan Jakarta tiga tahun lalu, modalnya hanya menjajakan teh dari trotoar satu ke trotoar lainnya. Berpindah dqn berpindah, ia mampu mengayu sepedenya sampai berkilo kilo meter.

Alhasil, Dede mengaku nyaman dengan usaha yang dalam sehari jalan bisa meraup keuntungan bersih 200 an ribu. 

"Ya modal satu sepeda ini sekitar sejuta. Alhamdulilah, sehari bisa dapat 200 ribu bersih," ujar Dede.

Lain lagi Asep (34), pria asal Bogor ini sabar hari bisa mengumpulkan sampai 500 ribu kotor. Ya bersih, lumayan pa bisa untuk hidup anak dan istri serta bayar kost, di bilangam Petamburan Jakarta.

Menurut keduanya, lebih baik cari duit seperti ini dari pada kerja sama orang. Suka duka kerja sama orang dan kerja kerja sendiri kata mereka, lebih nyaman usaha sendiri.

Memulai kerja pagi hari hingga malam, pengayu teh atau kopi trotoar di Jakarta sangat menjanjikan bagi mereka. Buktinya, Karim asal Banyuwangi, mengaku bisa bangun rumah di kampung. 

"Ya lumayan pak. Lima tahun saya begini, bisa bangun pondok di kampunh," ujarnya merendah.

Teh atau kopi trotoar, juga menyiapkan mis instan, kacang goreng dan beberapa minuman suset lainnya mereka jajakan ke penikmat teh trotoar. Ya, bukan hanya orang bawahan pak, om-om berduit naik mobil mewah juga minum teh kami, kata Karim.

Puan

Baca 113 kali Terakhir diubah pada Kamis, 26 September 2019 09:23

Berikan komentar

TULIS PESAN

Artikel Terpopuler

Kontak Polisi

RESOR PALU