Perkembangan 4 Pasien Positif Virus Corona di RSPI

Jakarta - alasannews.id | Kondisi keempat pasien positif virus Corona Covid-19 yang diisolasi di RSPI Sulianti Saroso terus membaik. Batuk dan pilek pasien sudah mulai berkurang. Perkembangan kondisi keempat pasien tersebut disampaikan juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona, Achmad Yurianto, dalam laporan harian di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Sabtu (7/3/2020).

Achmad mengatakan kedua pasien positif Corona bisa dipulangkan jika hasil pemeriksaan negatif. "Alhamdulillah saya tadi pagi sudah mendapat laporan dari RSPI SS yang merawat bahwa kondisinya semakin baik dari hari ke hari.

Tentunya yang 1-2 (kasus 1 dan kasus 2) tinggal menunggu pemeriksaan laboratorium kalau sudah negatif. Kalau sudah dua kali negatif, akan dipulangkan, tidak ada keluhan apa pun," kata juru bicara pemerintah dalam penanganan virus Corona, Achmad Yurianto, di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Sabtu (7/3/2020). "Sementara itu, kasus 3 dan 4, yang baru saja sama-sama sampaikan kemarin, sekarang sudah nggak panas lagi. Pileknya sudah nggak terlalu parah juga, sudah jarang-jarang, batuk sudah berkurang. Mudah-mudahan dalam perawatan yang lebih lanjut, dua orang yang terakhir ini akan semakin baik," ujar dia.Achmad mengatakan kondisi pasien baru positif Corona juga sudah tidak mengalami batuk dan pilek lagi. Dia berharap kondisi ini terus membaik sampai ke depannya. Achmad menambahkan pasien suspect Corona terus dilakukan pemeriksaan. Dia lantas mencontohkan Vietnam, yang memeriksa pasien suspect sebanyak tujuh kali dan baru diketahui positif Corona. "Pemeriksaan laboratorium tetap kita lakukan hari demi hari, terutama yang masih suspect, karena pengalaman dari beberapa negara, pemeriksaan itu tidak mungkin sekali, bisa berkali-kali, bahkan kemarin saya berikan contoh di Vietnam sampai tujuh kali diperiksa baru ketahuan positifnya," ujar dia. Menurut Achmad, status pasien positif ini tidak banyak berpengaruh terhadap perawatan pasien. Tapi, sambung dia, dengan diketahuinya status itu, dapat dilakukan pencegahan penularan virus Corona. "Bagi kita, saya tekankan status positif atau bukan itu tidak akan banyak berpengaruh terhadap perawatan pasiennya, tetapi lebih kepada cenderung bagaimana antisipasi penularannya, karena tentunya kita harus melakukan contact tracing penelusuran kontak dengan mereka sehingga bisa dengan cepat untuk mencari, menemukan, dan mengisolasi supaya tidak ada sumber-sumber lain di masyarakat yang membuat nantinya semakin tidak terkendalinya sebaran dari penyakit ini," ujar dia. Sebelumnya, pemerintah mengumumkan dua kasus baru positif Corona. Pasien yang disebut sebagai kasus 3 dan kasus 4 itu sempat mengeluh sakit pilek. Namun keduanya tak mengeluh sesak napas. "Kondisi 3 dan 4 dapat laporan terakhir, suhu badannya masih sekitar 37,6 satu lagi 37,7-lah kurang-lebih masih ada keluhan batuk-pilek tapi tak ada keluhan sesak napas sehingga kita berharap kondisi ini bisa kita intervensi agar dalam waktu dekat bisa jadi lebih baik," kata juru bicara pemerintah dalam penanganan kasus virus Corona, Achmad Yurianto, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (6/3). Achmad mengatakan kedua pasien tersebut diketahui positif Corona setelah tim gabungan melakukan penelusuran terkait orang-orang yang melakukan kontak dekat dengan pasien kasus 1 dan kasus 2. Awalnya tim mengidentifikasi ada 80 orang yang berada di ruangan bersama. "Dari 80 orang ini bisa dikecilkan karena nggak berada di ruangan itu, akhirnya mengerucut menjadi 20. Dari 20 pendalaman lagi sedekat apa kontaknya. Ternyata dari 20 ini oleh Dinkes DKI bisa dikerucutkan lagi jadi 7," ujar dia. Ketujuh orang tersebut kemudian dibawa ke RSPI Sulianti Saroso. Mereka selanjutnya menjalani observasi dan isolasi. "Ketujuh orang ini memiliki gejala fisik yamg mengarah ke influenza meskipun tidak ada 1 pun yang influenza berat, sedang, dan ringan aja. Oleh karena itu, kita melakukan pemeriksaan dan 7 orang ini tidak masuk pada hari yang samaan, sehingga kita periksa pada 7 orang ini. Dari 7 orang ini kita dapatkan 2 orang confirm positif yang kita sebut kasus 3 dan 4," pungkas Achmad

Pengedar dan Bandar Sahbu Bareng di Hotel Prodeo Polres Tanjung Balaii

ALASANnews.id -- Tanjung Balai | Kapolres Tanjung Balai AKBP Putu Yudha Prawira. SIK. MH menginstruksikan kepada Satuan Sat Narkoba untuk Sikat Habis Bandar Shabu dan Pengedar Shabu serta Pemakai Shabu yang ada Diwilkum Polres Tanjung Balai.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun wartawan, Sabtu (07/03/2020) sekitar Jam.16.00 Wib Sat Res Narkoba Polres Tanjung Balai telah mengamankan 2 tersangka pengedar Narkotika jenis shabu.

Kapolres Tanjung Balai AKBP Putu Yudha Prawira SIK, MH Melalui Kasat Narkoba AKP Putra Jani Purba SH menjelaskan bahwa tersangka yang diamankan adalah informasi dari masyarakat yang layak.dipercaya.

Setelah mendapat informasi memang benar ada melihat Laki laki yang ciri ciri pas dan Sat Narkoba tidak tunda waktu lagi langsung mengamankan tersangka di Gg Tembaga Link. V kel Tanjung Balai III Kec. Tanjung Balai Utara, Kota Tanjung Balai dan tersangka adalah Saipul alias Ipul (31) thn adalah warga Link. V Kel Tanjung balai Kota.

" Keterang dari Kasat Narkoba setelah melakukan pemeriksaan terhadap tersangka insial Ipul terdapat barang bukti 1 bungkus plastik klip transparan diduga berisi narkotika jenis shabu dengan berat kotor 1,03 Gram dan 12 bungkus plastik klip kecil transparan kosong.1 buah handpone merk hotwev warna putih.1 Lembar kertas timah rokok.

Selanjutnya petugas menginterogasi tersangka Insial Ipul benar bahwa narkotika jenis shabu yang telah diamankan adalah benar miliknya dan barangnya iya memperoleh dari temannya yang bernama berinisial Wira yang beralamat di Gang Suasa Link.V Kel.Tanjung Balai Kota III Kel.Tanjung Balai Utara Kota Tanjung Balai. Karena Keterangan dari tersangka Ipul petugas Satnarkoba langsung melakukan pengembangan ke Gg Suasa Link. V Kel Tanjung Balai III adalah alamat rumah Bandar Shabu yang berinisial wira" Ucapnya AKP Putra

Untuk mempertanggung jawabkan Perbuatannya, Kedua tersangka dan barang bukti dibawa ke kantor Sat Narkoba Polres Tanjung Balai untuk di Proses Sesuai Hukum yang berlaku. Kepada kedua orang tersangka dipersangkakan Melanggar Pasal 114 ayat 1 subs pasal 112 ayat 1 subs pasal 132 ayat 1 undang undang No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, ancaman hukuman Minimal 5 Tahun Maksimal 20 Tahun," Kata Kasat Narkoba AKP Putra Jani (RH)

ALASANnews.id -- Ajang pemilihan Putri Indonesia 2020 telah usai. Kontes kecantikan nasional Puteri Indonesia 2020 adalah ajang ke-24 kalinya, berakhir Jumat (6/3/2020)

Perwakilan Jawa Timur Rr Ayu Maulida Putri keluar sebagai pemenang Puteri Indonesia 2020. Wanita yang karib disapa Ayuma itu berhasil mengalahkan dua pesaingnya, yakni Putu Ayu Saraswati dari Bali yang keluar menjadi Runner-Up 1 dan Jihane Almira Chedid dari Jawa Tengah yang menjadi Runner-Up 2.

Dalam malam puncak pemilihan Puteri Indonesia 2020, ada kejadian yang menarik warga Indonesia. Salah satu finalis dalam jajaran Top 6, Kalista Iskandar, tak berhasil melafalkan Pancasila dengan sempurna.

Saat memasuki babak enam besar Puteri Indonesia 2020, salah satu dewan juri, Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo memberikan pertanyaan yang tak terduga pada Kalista Iskandar.

"Kalista, sebagaimana kita pahami bersama, Indonesia adalah bangsa yang besar, yang memiliki 17.500 pulau, 733 bahasa. Kita beruntung memiliki Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara. Pertanyaan saya adalah, apakah Kalista hapal lima sila yang terkandung dalam Pancasila," ujar Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo.

Pertanyaan itu rupanya disambut dengan sorakan dari penonton. Kalista Iskandar diam sejenak seolah mencerna pertanyaan yang ditujukan padanya. "Terima kasih, Pak," ucap Kalista pada Bambang. Kalista Iskandar diberikan waktu selama 30 detik untuk menjawab pertanyaan Bambang Soesatyo.

"Nomor satu, Ketuhanan yang Maha Esa," jawab Kalista. "Nomor kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab," tambahnya. "Nomor tiga, Persatuan Indonesia," kata dia. Sayangnya, Kalista sempat salah menyebut sila keempat dan kelima. "Nomor empat, Kemanusiaan yang..." jawab dia. Mendengar jawaban Kalista, penonton langsung berteriak seakan menyoraki Kalista. Namun, Kalista tetap berusaha melanjutkan jawabannya, meski masih salah. "Kemasyarakatan yang dipimpin oleh hikmat, kebijaksanaan, dalam permusyawaratan per.. masyarakat, perwakilan," ucap Kalista dengan sedikit terbata-bata. "Lima, kemanusiaan sosial yang adil dan beradab," lanjutnya. Walau gagal menjawab pertanyaannya, Bambang Soesatyo tetap memberikan semangat pada Kalista.

"Terima kasih Kalista, Anda layak menang," ucap Bambang. Meski tak menjawab dengan sempurna, Kalista Iskandar tetap menerima tepuk tangan dari penonton. Kalista Iskandar pun membuat pernyataan dalam akun Instagram-nya @kalistaiskandar.

Ia sadar bahwa kesalahannya dalam Malam Puncak Pemilihan Puteri Indonesia 2020 sudah menjadi pembicaraan publik. Melalui fitur Instastory, Kalista Iskandar menuliskan pernyataannya. "The biggest thing to take from tonight is that it's okay to br nervous as long as you contuniue to hold your head up high and syay proud of you are," ujarnya.

Sosok Louise Kalista Iskandar atau yang lebih dikenal dengan Kalista Iskandar yang lahir di Jakarta pada 14 Juli 1998 sebenarnya sosok yang pintar. Kalista Iskandar pernah meraih sebagai Top Highest Ranked Student (2013 – 2016), St Theresia Head of Art and Decorations Committee (2015) serta International Humanitarian Law Moot Court Competition (2016). Kallista Iskandar merupakan anak kedua dari dua bersaudara.

Kallista Iskandar yang memiliki tinggi badan 173cm ini menempuh pendidikan di Universitas Pelita Harapan, Jurusan Ilmu Hukum. Kallista Iskandar bukan hanya mengisi waktu untuk kuliah saja, ia juga aktif sebagai volunter di Yayasan Emmanuel sejak tahun 2000. (Weekend.id*)

 

ALASANnews.id -- Bagi setiap pengunjung di Satnarkoba Polres Sergai harus terlebih dahulu mencuci tangan di westafel umum yang sudah disediakan oleh Satnarkoba Polres Sergai.

Hal ini Lebih Baik Mencegah Dari Pada Mengobati, kesterilan personel maupun para pengunjung di Satnarkoba Polres Sergai untuk mengantisipasi terjangkit virus corona dengan cara mencuci tangan dengan sabun.

Hal ini disampaikan Kasat Narkoba Polres Sergai AKP Martualesi Sitepu bersama Kasubag Sarpras AKP AY. Siregar usai memberikan contoh kepada para pengunjung di westafel umum untuk mencuci tangan sebelum berkunjung, Sabtu(7/3/2020) sekira pukul 11:00WIB.

" Pihaknya juga tengah mensosialisasikan program bapak Kapolres Sergai AKBP Robin Simatupang SH, M.Hum. Dimana jika bertemu tidak harus bersalaman, bisa diganti dengan sikap hormat supaya menghindari kontak tangan langsung dengan yang lain,"ungkap Kasat Narkoba.

Senada juga dikatakan, Anto selaku pengunjung di Satnarkoba Polres Sergai dilokasi mengatakan bahwa program ini sangat positif bagi kami agar kita terhindar dan mengantisipasi segala penyakit atau virus yang mudah mengjakit manusia. Selain tangan kita bersih, tubuh kita tetap sehat agar kita tidak mudah terjangkit segala penyakit,"tutupnya. (RH)

Salah satu Proyek dalam bidikan polisi di Kabupaten Buol yang belum rampung

ALASANnews.id -- Sejumlah rekanan di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, Gerah karena Polisi menelisik pekerjaan fisik mereka.

Sumber di tubuh organisasi rekanan di Buol Sabtu (7/3/2020) mengungkapkan , kegerahan para rekanan itu karena pihak polisi mulai menelisik sejumlah Proyek yang seharusnya dilakukan audit dulu batu diperiksa..

"Iya, Ada semacam kegelisahan Karena Polisi seperti sedang menelisik hasil pekerjaan mereka di sejumlah Proyek," papar sumber

Tanpa menyebut Proyek atau rekanan yang merasa Gerah dengan adanya gerakan kepolisian memantau bahkan mulai mengambil gambar pekerjaan itu, katanya.

Disebut, mempertanyaan bila langka polisi terlalu responsiv terhadap pekerjaan rekanan yang sementara maupun yang sudah selesai dikerjakan.

Dia berharap, agar Pemda selaku pemiliki Proyek tidak berdiam diri. Pemda harus bertanya apakah Proyek yang akan ditelisik itu sudah melalui proses audit instansi terkait atau belum.

Organisasi kami berharap agar Proyek yang ditelisik itu terlebuh dahulu dilakukan audit misal dari BPKP agar haailnya tidak menduga-duga.@

 

Dalam kondisi saat ini, dibutuhkan sejumlah kebijakan yang akan menjadi stimulus sekaligus untuk merespons perubahan situasi dan ekonomi global belakangan ini.

ALASANnews.id -- Presiden Joko Widodo meminta Kementerian Perdagangan yang hari ini menggelar rapat kerja untuk fokus pada mitigasi dampak pelemahan ekonomi global di tengah wabah virus korona terhadap pertumbuhan dan stabilitas ekonomi nasional.

Menurutnya, dalam kondisi saat ini, dibutuhkan sejumlah kebijakan yang akan menjadi stimulus sekaligus untuk merespons perubahan situasi dan ekonomi global belakangan ini. “Tantangan yang kita hadapi saat ini betul-betul sangat tidak mudah. Perang dagang belum usai sekarang muncul virus korona yang itu menambah sulitnya ekonomi dunia,” ujarnya saat membuka Rapat Kerja Kementerian Perdagangan di Istana Negara, pada Rabu, 4 Maret 2020.

Dampak penyebaran virus korona secara global benar-benar dirasakan oleh seluruh negara, tak terkecuali Indonesia. Namun, Presiden menegaskan kepada jajarannya agar tetap fokus bekerja, menjaga optimisme, memanfaatkan peluang, dan mencari jalan keluar dari setiap kendala yang dihadapi.

“Meskipun ada tekanan yang sangat berat seperti ini, kita harus bisa menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada,” ucapnya.

Di tengah situasi saat ini, Presiden menilai diperlukan adanya relaksasi bagi kebijakan impor bahan baku untuk kebutuhan industri. Pasalnya, penyebaran wabah virus korona telah membuat operasional banyak perusahaan menjadi terganggu karena kekurangan bahan baku, baik itu yang didatangkan dari luar maupun yang diproduksi di dalam negeri.

Kepala Negara melanjutkan, suplai bahan baku yang saat ini tersendat akibat wabah virus korona apabila tak segera direspons dengan baik maka pada akhirnya akan membuat sektor produksi turut terhambat. Hal itu berimplikasi pada meningkatnya harga yang nantinya bakal menaikkan tingkat inflasi.

Padahal, selama beberapa tahun belakangan, pemerintah berhasil menjaga tingkat inflasi berada pada kisaran tiga persen setelah beberapa lama berkutat di angka delapan hingga sembilan persen. “Jadi rapat kerja pada hari ini itu fokusnya itu saja, bagaimana relaksasi, bagaimana melonggarkan, bagaimana mempercepat prosedur-prosedur yang sebelumnya sangat lama dan berbelit,” imbuhnya.

Maka itu, Presiden meminta jajarannya di Kementerian Perdagangan agar dalam rapat kerja (raker) kali ini berupaya keras memecahkan persoalan dan merespons setiap perubahan ekonomi global yang ada.

“Sehingga aturan-aturan yang selama ini ada tolong dalam raker ini dibicarakan. Harus ada relaksasi impor (kebutuhan bahan baku) baik tarif maupun nontarif,” tuturnya.

Sebelumnya, Bank Indonesia bergerak cepat dengan mengeluarkan langkah lanjutan penguatan kebijakan untuk memitigasi dampak penyebaran virus korona. Langkah tersebut kemudian mendapat respons positif pasar dan menjadi penopang penguatan nilai tukar rupiah serta indeks harga saham gabungan (IHSG). Hal serupa turut dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk membantu sektor-sektor yang terdampak wabah korona.

“Saya kira kemarin Bank Indonesia sudah memberikan relaksasi kelonggaran yang itu berdampak pada penguatan rupiah dan IHSG. OJK juga memberikan relaksasi sehingga memberikan dampak positif baik pada penguatan rupiah maupun IHSG,” kata Presiden.

Presiden pun berharap langkah-langkah mitigasi serupa dari Kementerian Perdagangan serta kementerian lain yang berkaitan dengan hal itu. Selain untuk meminimalkan dampak ekonomi dari penyebaran wabah korona bagi sektor industri, juga untuk menjaga agar barang-barang kebutuhan konsumsi masyarakat tetap tersedia dengan harga yang stabil menjelang bulan Ramadan.

“Tolong juga dihitung urusan bawang putih, daging, dan gula. Jangan sampai membuat masyarakat khawatir. Sudah khawatir karena korona, khawatir lagi karena suplai barang tidak ada. Tolong rasa, feeling kita, dalam merespons keadaan ini harus betul-betul ada. Jangan bekerja rutinitas,” tandasnya. (BPMI Setpres)

 

ALASANnews.id- Presiden Jokowi mengumumkan sejumlah nama kandidat calon kepala Badan Otorita Ibu Kota Negara yang pembentukannnya bakal menunggu undang-undang baru. Sejumlah nama disebut. Mulai dari Basuki Tjahaja Purnama, Bambang Brodjonegoro, Abdullah Azwar Anas, hingga Tumiyana.

Bagaimana respons Azwar Anas? Bupati Banyuwangi itu enggan berbicara banyak saat ditemui di Pendopo Banyuwangi seusai menerima delegasi studi banding Pemkot Malang, Sabtu (7/3/2020),tulis detik.

"Kalau soal kabar itu, mohon maaf saya belum bisa komentar apa-apa," ujar Anas kepada detikcom.Azwar Anas sendiri dikenal sebagai salah seorang bupati berprestasi. Banyuwangi, daerah di ujung timur Pulau Jawa yang jauh dari pusat-pusat pertumbuhan ekonomi dan dulu dikenal dengan persepsi minor, kini bertransformasi mencapai kemajuan-kemajuan terukur.

 

Berdasarkan data BPS, kemiskinan Banyuwangi berhasil diturunkan ke level 7 persen dari sebelumnya selalu di atas dua digit. Pendapatan per kapita masyarakat juga melonjak jadi hampir Rp49 juta per orang per tahun, dari sebelumnya di kisaran Rp20 juta.

Kemendagri menetapkan Banyuwangi sebagai kabupaten terinovatif pada 2018 dan 2019. Banyuwangi juga menjadi kabupaten pertama di Indonesia yang meraih nilai A dalam Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (SAKIP).

Salah satu terobosannya yang juga mendapat perhatian adalah melibatkan arsitek-arsitek top nasional untuk ikut menata daerah. Termasuk menginisiasi bandara berarsitektur hijau pertama di Indonesia. Bandara itu membuka aksesabilitas Banyuwangi dari sebelumnya tak ada penerbangan hingga kini melayani 7 frekuensi rute penerbangan setiap hari.Anas juga menginisiasi program "Rantang Kasih" yang mendistribusikan makanan bergizi setiap hari secara gratis kepada warga lanjut usia dan pemberian uang saku setiap hari untuk pelajar kurang mampu.

Di Banyuwangi, ada program Smart Kampung yang mendorong penggunaan teknologi dalam pelayanan publik berbasis desa. Banyuwangi menjadi kabupaten pertama yang mempunyai Mall Pelayanan Publik dengan lebih dari 200 dokumen/izin di satu tempat. Dia juga dikenal dengan inovasi pariwisata melalui Banyuwangi Festival, sebuah ajang atraksi wisata yang berisi ratusan event wisata berbasis rakyat setiap tahunnya.

Banyuwangi Festival dimulai sejak 2012. Pengembangan pariwisata di Banyuwangi mendapat penghargaan inovasi kebijakan publik bidang pariwisata terbaik dunia dari Badan Pariwisata PBB (UNWTO). Anas ditetapkan sebagai Marketer of the Year 2014 oleh MarkPlus Inc dan Tokoh Arsitektur Tempo dari Tempo Media Group.

Anas lahir di Banyuwangi, 6 Agustus 1973. Dia merampungkan pendidikan sarjana di Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Negeri Jakarta, serta pascasarjana di UI. Anas pernah menjadi ketua umum Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), salah satu badan otonom NU. Anas menjadi salah satu bupati yang diberangkatkan untuk mendalami kebijakan publik dalam program studi singkat ilmu kepemerintahan di Harvard Kennedy School of Government dan menjadi peserta studi di The Institute of Public Administration of Canada (IPAC) di Kanada.@

ALASANnews.id --Kapolsek Metro Tamansari Jakarta Barat AKBP Abdul Ghofur didampingi Danramil 01 Tamansari Mayor Kav. Sapta Raharja bersama jajaran melaksanakan kegiatan sosialisasi kepada siswa siswi SMAN 17 Jakarta terkait tentang tindak kekerasan dan antisipasi tawuran pelajar serta sosialisasi Civic (coronavirus Disease) di wilayah hukum Polsek Metro Tamansari, Jumat (06/03/2020).

Rombongan kunjungan diterima oleh Kepala Sekolah SMAN 17 Dra Hj Animah, selanjutnya acara dimulai dengan menyanyikan lagu kebesaran bangsa Indonesia "INDONESIA RAYA". Kepala Puskesmas Kecamatan Tamansari Dr. Nikmah dalam arahannya menyampaikan, mengenai pengenalan pengenalan dini tentang virus tersebut, bagaimana pencegahannya.

Gunakan masker bagi penderita, itu yang sangat di anjurkan, serta cuci tangan sebersih mungkin dengan air mengalir, sabun serta hand sanitiser. "Hindari kontak langsung dengan orang sakit, olahraga teratur, hindari pasar hewan, minum air putih 18 liter, makan lah masakan yang benar benar matang, konsumsi sayur serta buah buahan," ucapnya.

Sementara, Kapolsek Metro Tamansari Polres Metro Jakarta Barat AKBP Abdul Ghafur menyampaikan kepada siswa siswi bahwasanya kalian adalah generasi penerus bangsa yang besar ini. "Junjung tinggi martabat dimana manusia bermartabat bisa menjadikan manusia itu berkualitas, asah terus kedisiplinan dan raih cita cita kalian para siswa siswi," ujar Kapolsek.

 

Masih disampaikannya, tentang tawuran pelajar, pilihlah kawan yang terbaik dan tidak menjerumuskan apalagi kriminal, perbanyak kegiatan positif seperti ibadah, belajar, bercengkrama dengan keluarga di rumah, ikut ekstra kurikuler di sekolah.

"Hindari dan jauhi narkoba, jangan mencoba sekali-kali narkoba, karena musuh negara yaitu narkoba, dan paham terorisme," katanya. Tentang aksi kekerasan, bisa terjadi antara guru ke murid, bahkan sebaliknya, ini yang banyak viral.

Kapolsek mengimbau agar guru-guru lebih pengawasan terhadap anak didik, stop bulying, asusila dan sebagainya "Kami memberikan pesan kepada siswa siswi jangan berhenti cita-citamu setelah tamat SMA. Apabila ada menemukan suatu apapun terkait kamtibmas, kami siap melayani," pungkasnya. Di tempat yang sama, Danramil 01 Tamansari Mayor Kav. Sapta Raharja menyampaikan terkait tawuran. Diharapkan kepada siswa SMAN 17 untuk tidak ikut-ikutan tawuran.

"Jika di temukan ikut terlibat, tidak segan-segan akan kami tindak," tandasnya. Acara selanjutnya sesi tanya jawab terkait virus corona oleh siswi atas nama Monik dan dijelaskan oleh Dr. Dian Nikmah, dan tanya jawab kedua oleh siswi atas nama Nafa terkait ancaman hukuman pelaku tawuran yang masih di bawah umur, dan dijelaskan langsung oleh Kapolsek Metro Tamansari, bahwasanya pelaku di bawah umur tersebut dilakukan pembinaan. ( *Humas Polres Metro Jakarta Barat* )

Pelantikan 600 BPD se Kabupaten Tolitoli  oleh  Bupati Moh Saleh  Bantilan (ai/Pemda)

ALASANnews.id -- Sebanyak 600 orang anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se Kabupaten Tolitoli dilantik dan diambil sumpahnya oleh Bupati Tolitoli Hi. Moh. Saleh Bantilan, SH.,MH sabtu pagi (7/3) di Aula Vihara Dhamma Rajasa Tolitoli.

Acara pelantikan ini turut dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Tolitoli Moh. Zikron, SH.,M.Si bersama jajaran serta para Kepala Perangkat Daerah dan Pimpinan Unit Kerja terkait di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Tolitoli, para Camat dan Kepala Desa se Kabupaten Tolitoli.

Saat memberikan sambutannya, Bupati Hi. Moh Saleh Bantilan, SH.,MH mengatakan kegiatan ini merupakan momentum penting khususnya bagi Anggota Badan Permusyawaratan Desa sebagai mitra Kepala Desa dalam bekerjasama mewujudkan desa yang maju, mandiri dan sejahtera.

Pengurus dan anggota BPD yang dilantik kata Bupati merupakan wakil masyarakat sebagai bagian dari Pemerintahan Desa dan merupakan Lembaga perwujudan demokrasi dalam penyelenggaraan pemerintahan Desa.

Bupati juga menjelaskan, BPD mempunyai kewenangan membahas rancangan Peraturan Desa (Perdes) bersama Kepala Desa, melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan Perdes dan Peraturan Kepala Desa, mengusulkan pengangkatan dan pemberhentian Kepala Desa, membentuk panitia pemilihan Kepala Desa, serta menggali, menampung, menghimpun, merumuskan dan menyalurkan aspirasi masyarakat.

Namun Bupati mengingatkan, agar dalam implementasinya, pelaksanaan kewenangan tersebut, hendaknya tidak terlalu berlebihan tetapi harus berlandaskan dengan norma peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Bupati berpesan kepada Anggota BPD yang baru dilantik agar melaksanakan amanah dengan sungguh-sungguh, bangun komunikasi yang harmonis dengan Kepala Desa sebagai mitra sekaligus bersinergi dan terus melakukan koordinasi maupun konsultasi serta bekerja sama dalam penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan serta pembinaan kemasyarakatan di desa.

Khusus untuk penggunaan dana Desa, Bupati mengingatkan untuk dapat dimanfaatkan dan dipertanggungjawabkan dengan sebaik-baiknya melalui penyusunan berbagai program dan kegiatan yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat. penggunaan dana desa harus dilaksanakan dengan efisien, transparan dan akuntabel sehingga mendorong majunya pembangunan dan kesejahteraan masyarakat desa.

Sabtu, 07 Maret 2020 07:18

Hendak Pesta Shabu, Dua Sekawan Diciduk Polisi

Ditulis oleh

ai/rh

ALASANnews.id -- Niat pesta shabu berdua, dua sekawan SIW alias Saring (35) dan TS alias Tri (34) keduanya warga Desa Bingkat, Kecamatan Pengajahan, Sergai, akhirnya berurusan oleh pihak kepolisian karna kedapatan memiliki narkotika jenis shabu.

Keduanya ditangkap oleh Tim Satresnarkoba Polres Sergai saat berada di pinggir jalan di Dusun XI, Desa Bingkat, Kecamatan Pegajahan, Sergai, Kamis(5/3/2020) sekira pukul 14:00WIB.

Dari keduanya, polisi menemukan 1 bungkus rokok Surya yang di dalamnya berisikan 1 plastik klip transparan ukuran kecil yang diduga berisikan Narkoba jenis sabu dengan berat brutto 0,24 gram.

Kapolres Sergai AKBP Robin Simatupang SH, M.Hum kepada awak media, Sabtu pagi (7/3/2020) mengatakan penangkapan kedua pelaku atas menindaklajuti informasi masyarakat tentang lokasi yang dijadikan tempat transaksi narkotika jenis sabu.

"Kedua pelaku ditangkap saat berada dipinggir jalan, hasil penggeledahan tim berhasil menemukan satu bungkus rokok surya yang berisikan diduga shabu,"kata Kapolres Sergai.

Dari pengakuan para pelaku, bahwa dirinya baru usai membeli 1 paket shabu dengan harga Rp 150 ribu. Bahkan keduanya membeli shabu dengan cara patungan pelaku saring Rp 130 ribu dan Tri Rp 20 ribu.

Bahkan, lanjut Kapolres keduanya mengaku memperoleh sabu tersebut dari seseorang inisial S warga Desa Sena, Kecamatan Pegajahan, Sergai dan mengaku sudah satu tahun para pelaku menggunakan sabu,"ujar AKBP Robin.

Akibat perbuatanya, kedua Pelaku bersama barang bukti sudah diamankan di Satnarkoba Polres Sergai guna Proses lebih lanjut. "Para Pelaku Kita kenakan Pasal 114 (1) Sub Psl 112 UU RI No. 35 Tahun 2009 Ancaman Hukuman Penjara Paling Paling Lama 20 Tahun,"tegas Kapolres Sergai AKBP Robin Simatupang. (RH)